kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ekonomi China tumbuh melambat


Selasa, 16 Mei 2017 / 11:37 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

Jaga pertumbuhan

Analis mengatakan, China ingin memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil menjelang Kongres Partai Komunis ke-19 yang digelar akhir tahun nanti. Para pemimpin China telah berjanji menangani risiko keuangan dan gelembung aset atau bubble yang dapat menjadi ancaman bagi raksasa ekonomi Asia ini.

Sejatinya, Bank Sentral China telah menetapkan lebih tinggi suku bunga jangka pendek. Meskipun dapat melukai pertumbuhan ekonomi, cara ini ampuh meredam bahaya shadow banking.

Sejatinya, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama China mencetak prestasi lebih dari perkiraan awal, yakni tumbuh 6,9%. Prestasi ini merupakan pertumbuhan tercepat sejak 2015.

Penopang pertumbuhan ekonomi di kuartal I adalah pengeluaran infrastruktur pemerintah yang lebih tinggi dan ledakan permintaan properti di sejumlah kota.

Tahun ini, China telah memangkas target pertumbuhan ekonominya menjadi sekitar 6,5%. Namun, inisiatif proyek pengembangan Silk Road atau jalan sutera yang ambisius membuat para analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi lagi.

Ekonom ANZ Raymond Yeung dan Betty Wang memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi China tetap bisa terjadi dengan strategi ke arah investasi. "Pertumbuhan akan terus didukung oleh infrastruktur yang kuat, ditambah proyek Belt dan Road, serta proyek urbanisasi seperti Xiong'an," ucap mereka.

Presiden Xi Jinping bakal mengalokasikan dana senilai US$ 124 miliar untuk menghidupkan Jalur Sutera. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×