kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ekonomi Filipina pada Kuartal IV Tumbuh 5,2% y/y, di Bawah Ekspektasi


Kamis, 30 Januari 2025 / 12:15 WIB
Ekonomi Filipina pada Kuartal IV Tumbuh 5,2% y/y, di Bawah Ekspektasi
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A Philippines Peso note is seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - MANILA. Ekonomi Filipina tumbuh 5,2% pada kuartal keempat dibandingkan tahun sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan, menurut data resmi yang dirilis pada Kamis (30/1).

Pertumbuhan ini terhambat oleh konsumsi yang melemah dan gangguan cuaca yang menekan hasil pertanian.

Angka tersebut sama dengan ekspansi 5,2% pada kuartal sebelumnya, tetapi lebih rendah dari perkiraan median pertumbuhan 5,4% dalam jajak pendapat ekonom oleh Reuters.

Baca Juga: 10 Negara Pengekspor Beras Terbesar di Dunia, Negara Asia Mendominasi

Indeks saham Filipina turun hingga 0,3% setelah data ini dirilis, mencapai level terendah sejak pertengahan November 2023.

Secara kuartalan, ekonomi Filipina tumbuh 1,8% secara musiman pada periode Oktober-Desember, menurut data dari Otoritas Statistik Filipina.

Angka ini juga lebih rendah dari perkiraan jajak pendapat sebesar 1,9%.

Pertumbuhan pada kuartal keempat membawa ekspansi sepanjang tahun 2024 menjadi 5,6%, di bawah target pertumbuhan pemerintah sebesar 6,0% hingga 6,5%.

"Kami menghadapi berbagai tantangan seperti peristiwa cuaca ekstrem, ketegangan geopolitik, dan lemahnya permintaan global," kata Wakil Menteri Perencanaan Ekonomi Rosemarie Edillon dalam konferensi pers.

Baca Juga: Indonesia, Filipina, AS, dan Vietnam Lakukan Latihan Gabungan Penegakan Hukum Maritim

"Sektor pertanian mengalami hambatan besar akibat topan, kekeringan, dan gangguan iklim lainnya," tambahnya.

Produksi pertanian pada kuartal terakhir menyusut 2,2%, menandai kontraksi kuartalan ketiga berturut-turut, meskipun laju penurunan melambat.

Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya produksi tanaman, ternak, dan perikanan, menurut laporan yang dirilis pada Selasa.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,7% pada kuartal keempat, lebih lambat dibandingkan pertumbuhan 5,2% pada kuartal sebelumnya.

Sementara itu, konsumsi pemerintah meningkat 9,7%, lebih tinggi dari ekspansi 5% pada kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Filipina Menunda Kegaitan Survei Laut China Selatan Setelah Diganggu Kapal China

Bulan lalu, pemerintah memperluas target pertumbuhan untuk periode 2025-2028 menjadi 6,0% hingga 8,0%, dibandingkan dengan target sebelumnya sebesar 6,5% hingga 7,5% untuk 2025 dan 6,5% hingga 8,0% untuk 2026-2028.

Langkah ini diambil untuk menyesuaikan dengan ketidakpastian global yang terus berkembang.

Edillon mengatakan bahwa pemerintah optimis dapat mencapai batas bawah dari target pertumbuhan tahun ini.


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×