Ekonomi Filipina Tumbuh 8,3% di Kuartal I-2022, Tercepat Dalam Tiga Kuartal Terakhir

Kamis, 12 Mei 2022 | 10:27 WIB Sumber: Reuters
Ekonomi Filipina Tumbuh 8,3% di Kuartal I-2022, Tercepat Dalam Tiga Kuartal Terakhir

ILUSTRASI. Ekonomi Filipina tumbuh 8,3% di kuartal I-2022


KONTAN.CO.ID - MANILA. Filipina mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan pada kuartal I-2022. Berdasarkan rilis pemerintah, pertumbuhan ekonomi Filipina di kuartal I-2022 capai 8,3% secara tahunan (yoy).

Realisasi tersebut jauh lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi yang dicatat pada kuartal sebelumnya, yang hanya 7,7% yoy. Selain itu, realisasi ini juga di atas proyeksi ekonom dalam jajak pendapat Reuters dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 6,6% yoy.

Hasil ini juga menjadikan pertumbuhan di kuartal I-2022 sebagai yang tercepat dalam tiga kuartal terakhir. Atau sejak kuartal yang berakhir Juni 2021, ketiha ekonomi Filipina tumbuh 12,1%

Pada basis penyesuaian musiman, ekonomi Filipina tumbuh 1,9% pada periode Januari-Maret 2022 dibandingkan kuartal sebelumnya, kata pemerintah, hari ini.

Konsumsi naik 10,1% karena pemerintah melonggarkan pembatasan Covid-19 setelah kasus harian baru turun dan dengan pengeluaran terkait pemilu menambah dorongan lebih lanjut. Pengeluaran pemerintah pada periode tiga bulan pertama 2022 naik 3,6%.

Tetapi sementara ekonomi domestik tampaknya berada pada pijakan yang kokoh, para analis mengatakan lonjakan inflasi dan risiko politik di Filipina dapat menimbulkan masalah bagi ekonomi saat pulih dari pandemi.

Baca Juga: Ferdinand Marcos Jr Mengklaim Kemenangan dalam Pemilihan Presiden Filipina

Dengan hasil ini, para ekonom melihat bank sentral memiliki ruang untuk memperketat kebijakan moneter guna mengatasi kenaikan inflasi, di antara masalah yang paling mendesak bagi presiden yang baru terpilih di Filipina

Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Mei mendatang.

"Lonjakan lebih lanjut dalam harga energi dan meningkatnya ketidakpastian politik menimbulkan risiko penurunan pertumbuhan," kata ekonom di Nomura dalam sebuah catatan.

Presiden yang baru terpilih, Ferdinand Marcos Jr, akan mengambil alih kepemimpinan bulan depan ketika pemimpin saat ini Rodrigo Duterte mundur.

Terlepas dari kemenangannya yang menentukan, bagaimanapun, agenda ekonomi Marcos tetap tidak jelas dan dia adalah tokoh politik yang terpolarisasi karena pemerintahan brutal dari ayah-nya yang diktator selama 20 tahun yang dipenuhi oleh pelanggaran hak asasi manusia yang meluas dan penjarahan.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru