kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.002   2,00   0,01%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ekonomi India melambat menjadi sekitar 5%


Rabu, 26 November 2014 / 10:39 WIB
ILUSTRASI. Manfaat kunyit untuk kesehatan tubuh.


Sumber: Reuters | Editor: Hendra Gunawan

NEW DELHI. Pertumbuhan ekonomi India melambat menjadi sekitar 5% pada tiga bulan hingga September 2014. Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi India sebesar 5,7%. India akan mengumumkan secara resmi angka pertumbuhan pada akhir pekan ini.

Menurut sumber Reuters di Kementerian Keuangan India, Menteri Keuangan Arun Jaitley akan meminta Gubernur Reserve Bank of India Raghuram Rajan untuk menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan, Selasa pekan depan.

"Pemangkasan suku bunga merupakan satu-satunya harapan industri untuk menghadapi lemahnya permintaan domestik dan ekspor," kata si sumber tersebut.

Rajan selama ini menolak penurunan suku bunga repo sebesar 8% meski inflasi berada di bawah 6%. Ini merupakan level target pada Januari 2016 yang diinginkan Rajan.

"Turunnya inflasi tidak disebabkan oleh faktor struktural, tetapi karena koreksi harga minyak, harga komoditas dan ini bisa berbalik kapan saja," kata Indranil Pan, Kepala Ekonom Mahindra Bank yang membenarkan langkah Rajan.




TERBARU

[X]
×