kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Timbun makanan, India didukung AS


Jumat, 14 November 2014 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. A person walks on a bridge near the facade of Berlin's main train station, illuminated in the colours of Ukraine's flag in support of its people, amid Russia's invasion of Ukraine, in Berlin, Germany, March 5, 2022. REUTERS/Lisi Niesner 


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Hendra Gunawan

NEW DELHI. India memperoleh dukungan Amerika Serikat (AS) terkait skema penimbunan pangan domestik. Narendra Modi, Perdana Menteri India menarik kesepakatan dengan World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia lantaran India keberatan dengan keamanan pangan.

Dalam pembicaraan terakhir, India menekankan pentingnya untuk memastikan seluruh penduduknya yang berjumlah 1,25 miliar terjamin keamanan pangannya.  "Hal ini akan memberikan momentum baru bagi upaya multilateral di WTO dan perjanjian fasilitasi perdagangan akan memenangkan ratifikasi dengan cepat," ujar Michael Froman, perwakilan dagang seperti dikutip dari Reuters. Namun, Froman menolak menjawab pertanyaan tentang konsensi yang diberikan oleh India sebagai imbalan.

India telah menyerukan klausul perdamaian permanen untuk melindungi skema penimbunan makanan sesuai dengan kondisi tertentu. Undang-undang keamanan pangan yang terakhir disahkan oleh Pemerintah India memperluas jumlah penduduk yang berhak menerima makanan murah sebanyak 850 juta jiwa.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×