kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.676   12,00   0,07%
  • IDX 6.628   -8,29   -0,12%
  • KOMPAS100 866   -1,10   -0,13%
  • LQ45 656   -1,74   -0,26%
  • ISSI 232   1,12   0,49%
  • IDX30 367   -1,05   -0,29%
  • IDXHIDIV20 453   -1,40   -0,31%
  • IDX80 99   -0,03   -0,03%
  • IDXV30 126   0,66   0,53%
  • IDXQ30 117   -0,45   -0,39%

Timbun makanan, India didukung AS


Jumat, 14 November 2014 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. A person walks on a bridge near the facade of Berlin's main train station, illuminated in the colours of Ukraine's flag in support of its people, amid Russia's invasion of Ukraine, in Berlin, Germany, March 5, 2022. REUTERS/Lisi Niesner 


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Hendra Gunawan

NEW DELHI. India memperoleh dukungan Amerika Serikat (AS) terkait skema penimbunan pangan domestik. Narendra Modi, Perdana Menteri India menarik kesepakatan dengan World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia lantaran India keberatan dengan keamanan pangan.

Dalam pembicaraan terakhir, India menekankan pentingnya untuk memastikan seluruh penduduknya yang berjumlah 1,25 miliar terjamin keamanan pangannya.  "Hal ini akan memberikan momentum baru bagi upaya multilateral di WTO dan perjanjian fasilitasi perdagangan akan memenangkan ratifikasi dengan cepat," ujar Michael Froman, perwakilan dagang seperti dikutip dari Reuters. Namun, Froman menolak menjawab pertanyaan tentang konsensi yang diberikan oleh India sebagai imbalan.

India telah menyerukan klausul perdamaian permanen untuk melindungi skema penimbunan makanan sesuai dengan kondisi tertentu. Undang-undang keamanan pangan yang terakhir disahkan oleh Pemerintah India memperluas jumlah penduduk yang berhak menerima makanan murah sebanyak 850 juta jiwa.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×