kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.100   20,00   0,11%
  • IDX 5.424   36,14   0,67%
  • KOMPAS100 701   4,61   0,66%
  • LQ45 546   1,66   0,30%
  • ISSI 186   2,61   1,42%
  • IDX30 305   -0,12   -0,04%
  • IDXHIDIV20 401   1,82   0,46%
  • IDX80 81   0,38   0,47%
  • IDXV30 112   1,21   1,09%
  • IDXQ30 101   0,16   0,16%

Timbun makanan, India didukung AS


Jumat, 14 November 2014 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. A person walks on a bridge near the facade of Berlin's main train station, illuminated in the colours of Ukraine's flag in support of its people, amid Russia's invasion of Ukraine, in Berlin, Germany, March 5, 2022. REUTERS/Lisi Niesner 


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Hendra Gunawan

NEW DELHI. India memperoleh dukungan Amerika Serikat (AS) terkait skema penimbunan pangan domestik. Narendra Modi, Perdana Menteri India menarik kesepakatan dengan World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia lantaran India keberatan dengan keamanan pangan.

Dalam pembicaraan terakhir, India menekankan pentingnya untuk memastikan seluruh penduduknya yang berjumlah 1,25 miliar terjamin keamanan pangannya.  "Hal ini akan memberikan momentum baru bagi upaya multilateral di WTO dan perjanjian fasilitasi perdagangan akan memenangkan ratifikasi dengan cepat," ujar Michael Froman, perwakilan dagang seperti dikutip dari Reuters. Namun, Froman menolak menjawab pertanyaan tentang konsensi yang diberikan oleh India sebagai imbalan.

India telah menyerukan klausul perdamaian permanen untuk melindungi skema penimbunan makanan sesuai dengan kondisi tertentu. Undang-undang keamanan pangan yang terakhir disahkan oleh Pemerintah India memperluas jumlah penduduk yang berhak menerima makanan murah sebanyak 850 juta jiwa.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×