kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.966   74,00   0,41%
  • IDX 5.920   -180,89   -2,96%
  • KOMPAS100 771   -24,22   -3,04%
  • LQ45 583   -15,01   -2,51%
  • ISSI 205   -6,80   -3,21%
  • IDX30 330   -7,80   -2,31%
  • IDXHIDIV20 405   -7,67   -1,86%
  • IDX80 87   -2,71   -3,01%
  • IDXV30 109   -1,96   -1,77%
  • IDXQ30 106   -2,00   -1,86%

Timbun makanan, India didukung AS


Jumat, 14 November 2014 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. A person walks on a bridge near the facade of Berlin's main train station, illuminated in the colours of Ukraine's flag in support of its people, amid Russia's invasion of Ukraine, in Berlin, Germany, March 5, 2022. REUTERS/Lisi Niesner 


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Hendra Gunawan

NEW DELHI. India memperoleh dukungan Amerika Serikat (AS) terkait skema penimbunan pangan domestik. Narendra Modi, Perdana Menteri India menarik kesepakatan dengan World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia lantaran India keberatan dengan keamanan pangan.

Dalam pembicaraan terakhir, India menekankan pentingnya untuk memastikan seluruh penduduknya yang berjumlah 1,25 miliar terjamin keamanan pangannya.  "Hal ini akan memberikan momentum baru bagi upaya multilateral di WTO dan perjanjian fasilitasi perdagangan akan memenangkan ratifikasi dengan cepat," ujar Michael Froman, perwakilan dagang seperti dikutip dari Reuters. Namun, Froman menolak menjawab pertanyaan tentang konsensi yang diberikan oleh India sebagai imbalan.

India telah menyerukan klausul perdamaian permanen untuk melindungi skema penimbunan makanan sesuai dengan kondisi tertentu. Undang-undang keamanan pangan yang terakhir disahkan oleh Pemerintah India memperluas jumlah penduduk yang berhak menerima makanan murah sebanyak 850 juta jiwa.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×