kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Ekonomi loyo, pengembang di China memangkas harga jual properti


Selasa, 17 September 2019 / 16:02 WIB
Ekonomi loyo, pengembang di China memangkas harga jual properti
ILUSTRASI. Pusat bisnis Kota Beijing

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Harga rumah baru China tumbuh pada laju terlemah dalam periode nyaris satu tahun pada bulan Agustus karena kelesuan ekonomi dan pembatasan pembelian spekulatif yang ditetapkan pemerintah.

Dilansir dari Reuters, kewaspadaan terhadap potensi bubbles properti membuat regulator China berjanji untuk menahan diri dari mendorong stimulus di sektor real estate di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat dan melambatnya permintaan konsumen.

Baca Juga: Pasar masih tumbuh, China diramal butuh 8.090 pesawat baru dalam 20 tahun ke depan

Rata-rata harga rumah baru di 70 kota besar China naik 8,8% pada Agustus dari tahun sebelumnya. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan 9,7% pada Juli dan sekaligus menjadi laju terlemah sejak Oktober 2018.

Secara bulanan, rata-rata harga rumah baru naik 0,5% pada Agustus, lebih rendah dari pertumbuhan di Juli yang setinggi 0,6% sekaligus menjadi kenaikan terkecil sejak Februari. 

Namun, setidaknya capaian ini masih menandai kenaikan bulanan ke-52 secara berturut-turut.

Sebagian besar dari 70 kota yang disurvei oleh biro statistik pemerintah masih melaporkan kenaikan harga bulanan untuk rumah baru. Meskipun jumlahnya turun menjadi 55 kota dari 60 kota di bulan Juli.

Baca Juga: Pembicaraan tingkat deputi perdagangan AS dan China akan digelar Kamis pekan ini

Investasi properti China tumbuh pada laju tercepat dalam empat bulan terakhir pada Agustus. Berbeda dengan perlambatan berkepanjangan dalam output industri dan investasi.



TERBARU

[X]
×