kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Ekspor Kopi Brasil Tembus Rekor US$15,6 Miliar pada 2025 Meski Volume Turun


Selasa, 20 Januari 2026 / 06:01 WIB
Ekspor Kopi Brasil Tembus Rekor US$15,6 Miliar pada 2025 Meski Volume Turun
ILUSTRASI. Biji Kopi (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai ekspor kopi Brasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025 dengan menembus US$15,6 miliar, meskipun volume pengapalan justru turun signifikan.

Kenaikan tajam harga kopi global menjadi faktor utama yang menopang lonjakan nilai ekspor tersebut.

Dalam laporan yang dirilis Senin (19/1/2026), kelompok eksportir kopi Brasil Cecafe menyebutkan, total ekspor kopi Brasil termasuk kopi instan pada 2025 turun hampir 21% menjadi sekitar 40 juta kantong berukuran 60 kilogram. Angka ini merosot dari rekor 50,6 juta kantong pada 2024.

Baca Juga: Angka Kelahiran China Terendah Dekade Ini, Ada Apa Sebenarnya?

Namun, penurunan volume tersebut tertutupi oleh lonjakan harga. Rata-rata harga kopi Brasil pada 2025 naik hampir 57% menjadi US$389,17 per kantong.

“Kami mencatat harga rata-rata bulanan yang jauh lebih tinggi sepanjang 2025. Selain itu, para petani kopi Brasil yang terorganisasi dengan baik terus berinvestasi pada teknologi, inovasi, dan kualitas, sehingga meningkatkan standar kopi Brasil dan pada akhirnya nilainya,” ujar Kepala Cecafe, Marcio Ferreira, dalam laporan tersebut.

Pada tahun lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap produk asal Brasil, termasuk kopi, di tengah ketegangan politik dengan pemerintah Brasil terkait kasus hukum yang menjerat mantan Presiden Jair Bolsonaro. Trump menyebut proses hukum tersebut sebagai “perburuan penyihir”.

Meski tarif tersebut kemudian dicabut untuk sejumlah produk pangan termasuk kopi, penerapan tarif selama sekitar empat bulan berdampak signifikan.

Baca Juga: Trump Siap Ganti Tarif dengan Kebijakan Baru Jika Digugurkan Mahkamah Agung

Cecafe mencatat, selama periode tersebut Amerika Serikat turun ke posisi kedua sebagai tujuan utama ekspor kopi Brasil, tergeser oleh Jerman.

“Antara awal Agustus hingga akhir November, pengiriman kopi Brasil ke Amerika Serikat anjlok 55%, terutama akibat kebijakan tarif tersebut,” kata Ferreira.

Dari sisi jenis produk, ekspor kopi hijau (green coffee) pada 2025 turun hampir 22% menjadi 36,3 juta kantong.

Pada Desember saja, ekspor kopi hijau merosot 18,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor kopi Arabika turun 10% menjadi 2,63 juta kantong, sementara pengapalan kopi Robusta anjlok lebih dari 61% menjadi 222.147 kantong.

Untuk tahun ini, Cecafe memperkirakan ekspor kopi Brasil akan kembali meningkat dibandingkan 2025. Ferreira optimistis total ekspor dapat kembali melampaui 40 juta kantong seiring membaiknya prospek panen.

Baca Juga: Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi, Sengketa Greenland Dorong Aset Safe Haven

“Ekspektasi kami di atas 40 juta kantong, berdasarkan indikasi pemulihan produksi kopi Brasil. Tiga bulan ke depan akan menjadi periode krusial bagi hasil panen saat ini, dan kami akan mencermatinya dengan saksama,” tutup Ferreira.

Selanjutnya: Prospek Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) di tengah Ekspansi RS Baru

Menarik Dibaca: Nyamar Jadi Anak 20 Tahun, Ini Drakor Park Shin Hye Bintang Undercover Miss Hong




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×