Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Ekspor Thailand kembali mencatat pertumbuhan kuat pada Juli 2026. Data Kementerian Perdagangan Thailand yang dirilis Kamis (27/8/2026) menunjukkan ekspor yang telah melalui proses kepabeanan meningkat 21,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan kenaikan 17,75%. Angka Juli juga melanjutkan pertumbuhan 20,8% yang tercatat pada Juni.
Di sisi lain, impor Thailand pada Juli melonjak 36,7% secara tahunan. Kondisi tersebut membuat Thailand mencatat defisit perdagangan sebesar US$ 3,61 miliar pada Juli, meski masih lebih kecil dibandingkan perkiraan defisit US$ 5,38 miliar.
Baca Juga: Shein Dikabarkan Tetapkan Harga IPO di HK$ 48,56, Berpotensi Kantongi US$ 1,7 Miliar
Kementerian Perdagangan Thailand memperkirakan kinerja ekspor akan terus tumbuh pada 2026. Meningkatnya permintaan terhadap produk yang berkaitan dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama.
Pemerintah Thailand kini memperkirakan ekspor sepanjang tahun ini tumbuh lebih dari 11%. Proyeksi tersebut naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 8%.
Sepanjang Januari-Juli 2026, ekspor Thailand telah meningkat 18,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, ekspor Thailand tumbuh 12,9% sepanjang 2025.
Amerika Serikat masih menjadi pasar ekspor terbesar Thailand. Pada Juli, pengiriman barang ke AS meningkat 45,3% dibandingkan setahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor ke China, salah satu pasar utama Thailand lainnya, tumbuh 15,2%.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa permintaan dari pasar utama dan sektor yang berkaitan dengan teknologi masih menjadi penopang penting bagi pertumbuhan ekspor Thailand pada tahun ini.














