kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Eksposur perbankan Australia di Eropa hanya 0,2%


Rabu, 14 Desember 2011 / 13:23 WIB
ILUSTRASI. User Telegram melonjak melewati 500 juta pengguna aktif di awal Januari 2021


Reporter: Dyah Megasari, The Sydney Morning Herald |

SYDNEY. Ekonomi Australia, mulai bersiap menahan dampak hempasan krisis yang terjadi di Benua Eropa. Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Ric Battellino menuturkan Australia bisa dipastikan terkena efek spillover krisis Eropa.

Tapi, adanya hubungan dagang langsung dengan Eropa akan ditahan oleh sistem keuangan pemerintah yang kuat dan sistem perbankan yang cukup sehat.

Ia yakin, para pemimpin Eropa akan menghasilkan kebijakan yang mampu menyelesaikan krisis. Tapi jika gagal, bukan tidak mungkin kondisi itu semakin memburuk. Menurutnya, faktor deflasi dan inflasi akibat penghematan fiskal besar-besaran tak bisa dianggap enteng.

Untungnya, Negeri Kanguru itu hanya memiliki eksposur yang sedikit dengan Eropa. Beberapa obligasi yang tersebar di Yunani, Irlandia, Italia, Portugal dan Spanyol hanya memiliki porsi 0,2% dari total aset perbankan lokal.

Dampak besar yang dihadapi Australia justru datang dari Asia, termasuk China dan India. Keduanya memiliki eksposur yang tinggi dengan Eropa. Jika dampak itu dialami, biaya pinjaman perbankan bisa lebih tinggi.

Memburuknya nilai tukar euro juga akan mempengaruhi nilai tukar dollar Australia terhadap mata uang utama di dunia. "Mata uang kami pasti akan melemah terimbas kondisi global," jelas Battellino.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×