kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Empat Tahun Berturut Populasi China Terus Menurun, Apa Penyebabnya?


Senin, 19 Januari 2026 / 10:48 WIB
Diperbarui Senin, 19 Januari 2026 / 10:54 WIB
Empat Tahun Berturut Populasi China Terus Menurun, Apa Penyebabnya?
ILUSTRASI. Populasi China menurun untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun 2025, turun sebesar 3,39 juta jiwa menjadi 1,405 miliar jiwa. (KONTAN/Syamsul Ashar)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Populasi China menurun untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun 2025, turun sebesar 3,39 juta jiwa menjadi 1,405 miliar jiwa. Penurunan populasi China di 2025 tersebut lebih cepat daripada tahun 2024, menurut data resmi yang dirilis pada Senin (19/1/2026).

Seperti dikutip Reuters, jumlah total kelahiran di China turun menjadi 7,92 juta pada tahun 2025, angka terendah dalam beberapa dekade, dari 9,54 juta pada tahun 2024. Jumlah kematian meningkat menjadi 11,31 juta dari 10,93 juta pada tahun 2024, menurut data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok.

Populasi China telah menyusut sejak tahun 2022 dan menua dengan cepat, dan telah mempersulit rencana Beijing untuk meningkatkan konsumsi domestik dan mengendalikan utang, dengan ratusan juta orang diperkirakan akan meninggalkan angkatan kerja pada saat anggaran pensiun sudah terbatas.

Baca Juga: Ekonomi China Kuartal IV Melambat ke Level Terendah 3 Tahun, Target Tahunan Tercapai

Pernikahan di China anjlok seperlima pada tahun 2024, penurunan terbesar yang pernah tercatat, dengan lebih dari 6,1 juta pasangan yang mendaftar untuk menikah, turun dari 7,68 juta pada tahun 2023.

Pernikahan biasanya merupakan indikator utama angka kelahiran di Tiongkok.

Namun, pada tahun mendatang, negara tersebut mungkin akan mengalami sedikit peningkatan sementara dalam angka kelahiran, kata para ahli demografi, setelah Tiongkok pada Mei 2025 mulai mengizinkan pasangan untuk menikah di mana saja di negara tersebut - bukan di tempat tinggal mereka - sehingga prosesnya menjadi lebih mudah.

Baca Juga: Kontradiksi PDB China: Target 5% Tercapai, Tapi Terburuk dalam Beberapa Dekade


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×