Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Ekonomi China tumbuh 5% sepanjang tahun 2025, sesuai dengan target pertumbuhan tahunan yang ditetapkan pemerintah, berdasarkan data resmi yang dirilis pada Senin (19/1/2026).
Namun, angka ini termasuk salah satu laju pertumbuhan paling lambat dalam beberapa dekade terakhir. Perekonomian China masih dibebani lemahnya belanja konsumen serta krisis utang berkepanjangan di sektor properti.
Sebelumnya, para analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi China berada di level 4,9%.
Mengutip Reuters, pada kuartal IV 2025, ekonomi terbesar kedua di dunia ini hanya tumbuh 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini sedikit lebih baik dari perkiraan analis, tetapi menunjukkan perlambatan yang cukup tajam menjelang akhir tahun.
Survei Reuters terhadap para analis memperkirakan produk domestik bruto (PDB) kuartal IV akan tumbuh 4,4% secara tahunan, melambat dari laju 4,8% pada kuartal III, seiring melemahnya konsumsi dan investasi.
Pertumbuhan pada kuartal terakhir tersebut menjadi yang paling lambat dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Baht Thailand Menguat Paling Tinggi Senin (19/1), Dolar Taiwan Melemah
Secara kuartalan, PDB China tumbuh 1,2% pada periode Oktober–Desember, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 1,0% dan sedikit di atas pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 1,1%.
Sementara itu, surplus perdagangan China mencapai rekor tertinggi sepanjang 2025. Hal ini terjadi karena para eksportir berhasil mendiversifikasi pasar ekspor mereka untuk meredam tekanan dari tarif Amerika Serikat.
Namun, permintaan domestik justru semakin melemah sejak akhir tahun lalu. Kepercayaan konsumen tetap rendah akibat krisis sektor properti yang belum juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Tonton: Harga Emas Antam Melonjak Hari Ini (19 Januari 2026)












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
