kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.824   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Baht Thailand Menguat Paling Tinggi Senin (19/1), Dolar Taiwan Melemah


Senin, 19 Januari 2026 / 09:47 WIB
Baht Thailand Menguat Paling Tinggi Senin (19/1), Dolar Taiwan Melemah
ILUSTRASI. Baht Thailand (REUTERS/Athit Perawongmetha)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bervariasi pada perdagangan Senin (19/1/2026).

Baht Thailand mencatat penguatan terbesar di kawasan, sementara dolar Taiwan justru melemah.

Berdasarkan data Reuters pukul 02.14 GMT, baht Thailand menguat 0,42% ke level 31,29 per dolar AS, menjadi mata uang Asia dengan kinerja harian terbaik.

Baca Juga: Ekonomi China Kuartal IV Melambat ke Level Terendah 3 Tahun, Target Tahunan Tercapai

Penguatan baht terjadi di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset kawasan yang dinilai relatif stabil.

Sebaliknya, dolar Taiwan melemah 0,25% ke posisi 31,516 per dolar AS. Tekanan juga dialami peso Filipina yang turun 0,07% serta rupiah Indonesia yang melemah 0,15% ke level 16.905 per dolar AS.

Sementara itu, yen Jepang menguat 0,18% ke 157,80 per dolar AS, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran geopolitik dan risiko perang dagang global. Dolar Singapura juga naik 0,18% ke 1,286 per dolar AS.

Won Korea Selatan relatif stabil di level 1.473,8 per dolar AS, sedangkan yuan China menguat tipis 0,10% ke 6,965 per dolar AS.

Baca Juga: Lebih dari 220 Perusahaan Leasing Mobil Singapura Tutup Sepanjang 2025, Ada Apa?

Ringgit Malaysia dan rupee India bergerak mendatar.

Secara year to date (YtD) hingga awal 2026, sebagian besar mata uang Asia masih berada di bawah tekanan terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam, turun 2,33% sejak akhir 2025. Rupiah Indonesia juga melemah 1,39%, sementara rupee India turun 1,10%.

Di sisi lain, baht Thailand justru menguat 0,51% sepanjang 2026 sejauh ini, diikuti yuan China yang naik 0,33% dan ringgit Malaysia yang relatif stabil.

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan global, khususnya ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif Amerika Serikat, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang kawasan ke depan.

Selanjutnya: Ekonomi China Kuartal IV Melambat ke Level Terendah 3 Tahun, Target Tahunan Tercapai

Menarik Dibaca: Jangan Kaget! Spek HP Tecno Spark Go 3 Bikin Flagship Minggir




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×