kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Euro ditinggal, modal bank Inggris defisit hebat


Jumat, 08 Juni 2012 / 16:13 WIB
ILUSTRASI. Di India, pasien Covid-19 terancam terserang penyakit baru yakni jamur hitam, putih dan kuning. REUTERS/Danish Siddiqui


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

LONDON. Industri perbankan di Inggris seperti Royal Bank of Scotland Group Plc, Barclays Plc dan Lloyds Banking Group Plc bisa mengalami defisit modal sebanyak 66 miliar poundsterling atau setara dengan US$ 102 miliar jika negara-negara Eropa meninggalkan euro.

Gambaran ini disampaikan oleh Liberum Capital Ltd. Tepatnya, hitungan itu bakal terjadi jika Yunani, Spanyol, Italia, Irlandia dan Portugal mengadopsi mata uang baru.

Bulan lalu, komisi Eropa berjanji bakal menyuntikkan modal langsung ke perbankan Spanyol. Sebuah skema yang sebetulnya tak disukai oleh Jerman.

Kemarin, Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Spanyol sebanyak tiga takik menjadi BBB lantaran estimasi beban pemerintah makin berat dan tak diimbangi dengan kemampuan bayarnya. Fitch menyatakan hingga 2013, Negeri matador masih akan mengalami resesi.

"Kondisi ini mengancam modal Barclays, Lloyds dan RBS. Satu-satunya harapan adalah mencegah Yunani keluar dari Uni Eropa," ulas Cormac Leech, analis Liberum yang berbasis di London.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×