kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Euro ditinggal, modal bank Inggris defisit hebat


Jumat, 08 Juni 2012 / 16:13 WIB
ILUSTRASI. Di India, pasien Covid-19 terancam terserang penyakit baru yakni jamur hitam, putih dan kuning. REUTERS/Danish Siddiqui


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

LONDON. Industri perbankan di Inggris seperti Royal Bank of Scotland Group Plc, Barclays Plc dan Lloyds Banking Group Plc bisa mengalami defisit modal sebanyak 66 miliar poundsterling atau setara dengan US$ 102 miliar jika negara-negara Eropa meninggalkan euro.

Gambaran ini disampaikan oleh Liberum Capital Ltd. Tepatnya, hitungan itu bakal terjadi jika Yunani, Spanyol, Italia, Irlandia dan Portugal mengadopsi mata uang baru.

Bulan lalu, komisi Eropa berjanji bakal menyuntikkan modal langsung ke perbankan Spanyol. Sebuah skema yang sebetulnya tak disukai oleh Jerman.

Kemarin, Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Spanyol sebanyak tiga takik menjadi BBB lantaran estimasi beban pemerintah makin berat dan tak diimbangi dengan kemampuan bayarnya. Fitch menyatakan hingga 2013, Negeri matador masih akan mengalami resesi.

"Kondisi ini mengancam modal Barclays, Lloyds dan RBS. Satu-satunya harapan adalah mencegah Yunani keluar dari Uni Eropa," ulas Cormac Leech, analis Liberum yang berbasis di London.




TERBARU

[X]
×