Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Perseteruan mengenai standar kemampuan pembalap di papan bawah Formula 1 (F1) memanas menjelang Grand Prix Meksiko.
Juara dunia dua kali Fernando Alonso kembali melontarkan kritik terhadap kualitas balapan pembalap di barisan belakang, tetapi mendapat bantahan dari duo Williams, Carlos Sainz dan Alex Albon.
Mengutip Reuters, Kamis (29/10/2026), Alonso menegaskan tidak menarik kritiknya yang sebelumnya disampaikan setelah Grand Prix Amerika Serikat di Austin.
Baca Juga: Dolar AS Melemah Usai Inflasi Naik, Euro Menguat ke US$ 1,1167
Saat itu, pembalap Aston Martin tersebut menilai sepertiga bagian terbawah grid F1 memiliki standar mengemudi yang rendah dan kekurangan talenta.
Pernyataan tersebut muncul setelah Alonso terlibat insiden tabrakan dengan Albon di Circuit of The Americas. Dalam balapan tersebut, Alonso finis di posisi ke-16, sementara Albon berada di urutan ke-17.
"Saya masih memiliki pandangan yang sama. Saya rasa kita semua tahu siapa yang merasa tersindir oleh komentar tersebut. Itu sudah menjelaskan semuanya," ujar Alonso kepada wartawan menjelang Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez.
Alonso menilai sejumlah insiden pada lap pertama, termasuk senggolan antarpembalap dan sayap depan yang terlepas, sebenarnya dapat dihindari.
Menurut dia, insiden semacam itu tidak perlu terjadi, terutama ketika pembalap di barisan belakang tidak sedang memperebutkan posisi kompetitif.
Ia juga mengatakan persoalan tersebut bukan hanya terjadi di Austin. Sepanjang musim ini, Alonso mengaku beberapa kali berada di kelompok belakang dan menyaksikan sejumlah kejadian yang menurutnya tidak dapat diungkapkan secara terbuka.
Baca Juga: Starbucks Proyeksikan Laba di Atas Ekspektasi, Siapkan Buyback US$ 1 Miliar
Albon dan Sainz membela kualitas pembalap F1
Alex Albon membantah pandangan Alonso. Pembalap Williams tersebut menilai kualitas pembalap F1 saat ini tetap kompetitif di seluruh posisi grid, termasuk barisan belakang.
Menurut Albon, kritik Alonso tidak menyenangkan untuk didengar, terlebih karena dirinya merupakan salah satu pembalap yang pernah mengidolakan juara dunia asal Spanyol tersebut.
"Saya tidak setuju. Menurut saya, level persaingan pembalap sangat kuat di seluruh bagian grid," kata Albon.
Ia menambahkan, kondisi persaingan di barisan belakang F1 saat ini telah jauh berbeda dibandingkan 10 hingga 15 tahun lalu.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun, Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
Menurut dia, pembalap yang membayar untuk mendapatkan kursi balap atau dikenal sebagai pay drivers juga semakin jarang ditemukan.
Rekan setim Albon, Carlos Sainz, turut menyampaikan pandangan serupa. Mantan pemenang Grand Prix Meksiko bersama Ferrari itu menilai komposisi pembalap F1 saat ini merupakan salah satu yang terkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Sainz juga memberikan penilaian positif terhadap kemampuan Albon dan mengaku menikmati persaingan dengannya di lintasan.
Namun, Sainz mengakui bertarung di sepertiga terbawah grid bukan pengalaman yang menyenangkan. Ia menilai persoalannya bukan semata-mata kualitas balapan, melainkan situasi ketika pembalap di posisi belakang merasa hanya memiliki sedikit peluang untuk meraih hasil lebih baik.
Menurut Sainz, kondisi tersebut terkadang membuat pembalap mengambil risiko lebih besar karena hasil terbaik yang realistis bagi mereka hanya berada di posisi ke-20.
Ia menilai, para pembalap yang saat ini berada di kelompok belakang sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing memperebutkan podium, posisi lima besar, bahkan kemenangan.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok 1,4%, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pembalap berpengalaman juga menghuni papan bawah
Persaingan di barisan belakang F1 musim ini juga dihuni sejumlah pembalap berpengalaman. Tim Cadillac yang berada di posisi terbawah klasemen memiliki Valtteri Bottas dan Sergio Perez, yang sama-sama pernah meraih kemenangan di F1.
Bahkan, hampir seluruh pembalap dari empat tim terbawah pernah merasakan podium sepanjang karier mereka di F1. Pengecualiannya adalah pembalap muda asal Brasil, Gabriel Bortoleto, yang memperkuat Audi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar perbedaan pandangan antara Alonso dan para pembalap Williams mengenai kualitas persaingan di barisan belakang F1.
Baca Juga: Bersiap Situasi Darurat, 33 Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Air & Obat













