kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Filipina: 9 Garis yang dipakai China untuk mengklaim Laut China Selatan adalah palsu


Senin, 24 Agustus 2020 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Kapal nelayan Filipina berlayar di kawasan Scarborough Shoal, Laut China Selatan, yang disengketakan dengan China.


Sumber: Channel News Asia | Editor: Khomarul Hidayat

Kementerian Luar Negeri China pada Jumat pekan lalu membela penjaga pantai China dengan mengatakan mereka telah melakukan kegiatan penegakan hukum dan tindakan mereka dapat dimengerti.

China juga menuduh pesawat militer Filipina menyerang wilayah udara China di bagian lain laut yang disengketakan dan mendesak Manila untuk segera menghentikan kegiatan provokatif ilegal.

Harry Roque, Juru Bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, diplomat Filipina secara rutin mengajukan protes seperti itu jika Filipina yakin hak kedaulatan dilanggar.

"Tapi itu tidak akan mempengaruhi hubungan baik secara keseluruhan antara Filipina dan China," ujarnya.

Hubungan Filipina-China telah membaik di bawah Duterte, yang menghidupkan kembali hubungan diplomatik yang dulunya dingin setelah terpilih pada tahun 2016. Duterte mengesampingkan sengketa maritim demi merayu bantuan, perdagangan, dan investasi China.

Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Duterte di Beijing pada tahun lalu bahwa posisi China di Laut China Selatan tidak dapat dinegosiasikan.

Baca Juga: Warning China ke Filipina: Setop aksi provokasi ilegal di Laut China Selatan




TERBARU

[X]
×