CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.314   82,10   1,32%
  • KOMPAS100 835   11,85   1,44%
  • LQ45 633   5,14   0,82%
  • ISSI 217   2,95   1,38%
  • IDX30 356   1,86   0,52%
  • IDXHIDIV20 441   1,15   0,26%
  • IDX80 95   1,00   1,07%
  • IDXV30 118   0,38   0,32%
  • IDXQ30 114   0,36   0,32%

Filipina akan tugaskan angkatan laut untuk kawal nelayan di Laut China Selatan


Rabu, 10 Februari 2021 / 14:07 WIB
ILUSTRASI. BRP Sierra Madre, kapal Angkatan Laut Filipina yang rusak sejak 1999 dan menjadi detasemen militer Filipina di Second Thomas Shoal yang disengketakan, bagian dari Kepulauan Spratly.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MANILA. Kepala militer Filipina pada hari Selasa (9/2) menyampaikan bahwa Filipina akan meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di Laut China Selatan untuk melindungi para nelayannya.

Langkah ini diambil sebagai respons atas undang-undang baru China yang mengizinkan pasukan penjaga pantainya untuk menembaki kapal asing di perairan yang dianggap sebagai wilayahnya.

"Kami akan meningkatkan visibilitas kami melalui penyebaran lebih banyak aset angkatan laut, tetapi saya hanya ingin menjelaskan bahwa kehadiran angkatan laut kami tidak untuk berperang melawan China, melainkan untuk menjaga keamanan warga kami," ungkap Letnan Jenderal Cirilito Sobejana dalam briefing media seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: USS Gerald R. Ford, kapal induk terbaru AS seharga Rp 180 triliun siap bertugas

Sobejana menilai bahwa keputusan China yang mengizinkan kapal penjaga pantainya untuk menembaki kapal asing sangat mengkhawatirkan dan bisa mengusik kedamaian kawasan.

"Itu adalah keputusan yang sangat tidak bertanggung jawab karena warga kami tidak datang ke kawasan tersebut untuk berperang, melainkan untuk mencari nafkah," lanjut sang jenderal.

Perairan Laut China Selatan saat ini mungkin telah menjadi perairan paling "panas" di dunia. China yang mengklaim sekitar 90% wilayah tersebut membuat banyak negara di sekitarnya geram, termasuk Filipina.

Angkatan Laut China seringkali mengirimkan armada penjaga pantainya ke seluruh jalur air yang penting secara strategis. 

Baca Juga: Dekati Paracel di Laut China Selatan, militer China beri peringatan kapal perang AS




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×