kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Filipina protes, China bantah ratusan kapal nelayan berlabuh sebagai militerisasi


Senin, 22 Maret 2021 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. BRP Sierra Madre, kapal Angkatan Laut Filipina yang rusak sejak 1999 dan menjadi detasemen militer Filipina di Second Thomas Shoal yang disengketakan, bagian dari Kepulauan Spratly.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Terumbu karang, yang oleh Manila disebut Julian Felipe, adalah kawasan karang dangkal berbentuk bumerang sekitar 324 km di sebelah Barat Kota Bataraza, Provinsi Palawan di Filipina Barat.

Itu terletak di dalam zona ekonomi eksklusif, di mana Filipina "menikmati hak eksklusif untuk mengeksploitasi atau melestarikan sumber daya apa pun," sebut badan pengawas Pemerintah Filipina.

Selama beberapa dekade, China, Filipina, dan empat negara lain terjebak dalam kebuntuan teritorial yang tegang atas Laut China Selatan yang kaya sumber daya, jalur perdagangan internasional senilai US$ 5 triliun per tahun.

Armada penangkap ikan China telah lama mengikuti perintah Pemerintah Tiongkok untuk membantu Penjaga Pantai dan Angkatan Laut dalam menegaskan klaim maritim negara tersebut.

Mereka juga dituduh melakukan penangkapan ikan berlebihan dan merusak terumbu karang, didukung militer China yang telah membangun lapangan terbang dan pangkalan rudal di pulau-pulau buatan di Laut China Selatan.

Selanjutnya: Filipina: UU Penjaga Pantai China ancaman perang verbal ke negara mana pun!




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×