Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Deportasi 40.000 Pekerja Asal China

Selasa, 27 September 2022 | 13:34 WIB Sumber: Reuters
Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Deportasi 40.000 Pekerja Asal China

ILUSTRASI. Koin-koin permainan judi di kasino di Manila, Filipina.

KONTAN.CO.ID - MANILA. Pemerintah Filipina akan menghentikan operasi 175 perusahaan judi asal China. Bersamaan dengan itu, Kementerian Kehakiman Filipina pada Senin (26/9) juga akan mendeportasi sekitar 40.000 pekerja asing asal China.

Juru bicara Kementerian Kehakiman Filipina Jose Dominic Clavano menjelaskan, langkah ini merupakan respons atas tingginya laporan kejahatan yang dilakukan warna negara China terhadap warga negara China lainnya.

"Tindakan keras ini dipicu oleh adanya laporan pembunuhan, penculikan, dan kejahatan lain yang dilakukan oleh warga negara China terhadap sesama warga negara China," katanya, seperti dikutip Reuters.

Bisnis perjudian asal China mulai tumbuh di Filipina pada tahun 2016. Perusahaan asal China dengan cermat memanfaatkan undang-undang permainan liberal untuk menargetkan pelanggan di China. Bisnis model ini sendiri telah dilarang eksistensinya di China.

Baca Juga: Bisnis Angkutan Udara Mulai Lepas Landas, Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk se-ASEAN

Pada puncaknya, operator perjudian offshore Filipina, atau POGO, mampu mempekerjakan lebih dari 300.000 pekerja China. Sayangnya, pandemi dan pajak yang tinggi membuat banyak perusahaan memilih beroperasi di tempat lain.

Penutupan ratusan perusahaan judi kali ini juga terkait dengan banyaknya entitas yang gagal membayar pajak.

"POGO yang ditargetkan untuk ditutup memiliki izin yang kedaluwarsa atau dicabut, untuk pelanggaran seperti tidak membayar biaya pemerintah," lanjut Clavano.

Clavano menambahkan, proses deportasi puluhan ribu pekerja China akan dilakukan mulai bulan depan.

Baca Juga: Bertemu PM Jepang, Wapres Tekankan Kerjasama Ekonomi dan SDM Indonesia - Jepang

Sektor perjudian sebenarnya cukup menguntungkan bagi Filipina. Reuters mencatat, negara mampu mendapatkan hingga 7,2 miliar peso atau sekitar Rp 1,8 triliun di tahun 2020 dari POGO. Pemasukan mulai menurun di tahun 2021 menjadi hanya 3,9 miliar peso atau sekitar Rp 1 triliun.

Para ekonom memperkirakan, jumlah yang jauh lebih besar dihabiskan untuk pajak, pengeluaran pekerja dan sewa kantor.

Melalui pernyataan resmi, Kedutaan Besar China di Manila mendukung deportasi dan tindakan keras terhadap kejahatan terkait POGO. Pemerintah China juga dengan tegas menentang dan mengambil tindakan keras untuk memerangi perjudian.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru