kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45868,39   -1,11   -0.13%
  • EMAS947.000 1,07%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gagal dapatkan F-35 dari AS, Turki mulai fokus pada jet TF-X buatan dalam negeri


Rabu, 05 Mei 2021 / 11:56 WIB
Gagal dapatkan F-35 dari AS, Turki mulai fokus pada jet TF-X buatan dalam negeri
ILUSTRASI. Jet tempur F-35 milik Denmark saat upacara penyerahan oleh Lockheed Martin di Fort Worth, Texas, 8 April 2021.


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Setelah gagal mempertahankan kontraknya dengan AS untuk mendapatkan jet tempur F-35, kini Turki mengalihkan fokusnya untuk melakukan produksi jet tempur TF-X buatan dalam negeri.

Dilansir dari Defense News (30/4), Ismail Demir, wakil menteri Turki untuk industri pertahanan, mengumumkan perubahan itu dalam sebuah wawancara di televisi.

Tiga hari sebelumnya, Temel Kotil, CEO Turkish Aerospace Industries (TAI), mengatakan pemerintah Turki telah mengalokasikan tambahan US$ 1,3 miliar untuk Tahap 1 program TF-X yang melibatkan hingga 6.000 insinyur.

TAI berharap, pesawat dalam negeri yang akan sekelas dengan F-35 buatan Lockheed Martin akan terbang untuk pertama kalinya pada tahun 2025 atau 2026.

Baca Juga: Unit jet tempur F-35 pertama Denmark resmi diserahkan oleh Lockheed Martin

Pada bulan Maret, Kotil memperkirakan biaya pesawat akan setara dengan F-35, sekitar US$ 100 juta per unit. TAI menargetkan bisa memproduksi hingga dua unit pesawat per bulannya.

TAI mengungkapkan model TF-X di Paris Air Show pada 2019. Berdasarkan detail yang diungkap, pesawat ini akan sebanding dengan F-35 dalam hal jangkauan, bobot lepas landas maksimum, dan output daya dorong mesin, tetapi akan sedikit lebih cepat, mampu mencapai Mach 2.

Gagal dapatkan F-35 dari AS karena senjata Rusia

Turki dicoret oleh Kongres AS dari kesepakatan jual-beli jet tempur F-35 setelah menolak untuk membatalkan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia senilai US$ 2,5 miliar.

Baca Juga: AS beri sanksi, Turki tetap pertimbangkan beli kembali rudal S-400 dari Rusia




TERBARU

[X]
×