kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Gara-gara abaikan saran WHO, Italia jadi pusat wabah virus corona di Eropa


Jumat, 28 Februari 2020 / 22:02 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang menggunakan masker pelindung wajah berjalan melintasi Colosseum di Roma, Italia, 25 Februari 2020.


Reporter: kompas.com, SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Hingga Jumat (28/2), Italia melaporkan 655 kasus virus corona baru, dengan jumlah kematian 17 orang. Padahal, negeri piza ini bukan negara pertama di Eropa yang mengonfirmasi kasus Covid-19.

Tapi, melansir SCMP, Italia merupakan negara Uni Eropa pertama yang mengabaikan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait larangan penerbangan menuju dan dari China saat virus corona mewabah.

Saran dari WHO, negara yang ditunjuk dilarang melakukan penerbangan menuju dan dari China. Tetapi, larangan tersebut tidak Pemerintah Italia indahkan. Akibatnya, 17 orang meninggal akibat terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Satu pemain sepak bola di Italia positif terjangkit virus corona

"Italia tetap menerapkan penerbangan menuju atau dari China, dan saat ini mereka terinfeksi, wabah terbesar di Eropa," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock kepada SCMP, Selasa (25/2) lalu.

Pusat penyebaran virus corona berada di Lombardy, pusat industri dan keuangan Italia Utara. Dari ratusan kasus virus corona di negara Menara Pisa itu, sebagian besar yang terjangkit penyakit ini merupakan warga Italia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×