kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Gara-gara Apple, Wall Street terkoreksi pada penutupan Senin (9/12)


Selasa, 10 Desember 2019 / 05:41 WIB
ILUSTRASI. Traders bekerja di lantai New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, 27 November 2019.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street terkoreksi untuk pertama kalinya dalam empat sesi terakhir pada penutupan hari Senin (9/12), karena investor mengambil jeda setelah reli beruntun.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average ditutup 105,46 poin lebih rendah atau 0,4% pada 27.909,60. S&P 500 mundur 0,3% menjadi 3.135,96, dan Nasdaq Composite turun 0,4% 8.621,83. Apple turun 1,4% untuk memimpin Dow lebih rendah.

Penurunan 1,4% dalam saham Apple, yang sering sensitif terhadap perkembangan perdagangan, adalah hambatan saham tunggal terbesar di ketiga indeks. Sebagian besar sektor pada indeks acuan S&P 500 memerah, dengan sektor teknologi dan layanan kesehatan membebani sebagian besar pada indeks.

Baca Juga: Wall Street dibuka melemah tipis pada Senin (9/12) disokong perlambatan ekonomi China

Wall Street kini fokus pada 15 Desember mendatang, ketika putaran tarif AS berikutnya untuk barang impor China dijadwalkan akan berlaku. China mengatakan pada Senin, bahwa mereka berharap untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) sesegera mungkin.

Investor berharap setidaknya perjanjian awal AS-China telah membantu mendorong indeks saham acuan ke rekor tertinggi, dengan patokan S&P 500 melayang sekitar 0,5% di bawah level tertinggi sepanjang masa.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×