kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Gara-gara NSA, Microsoft perbaiki fitur keamanan Windows


Rabu, 15 Januari 2020 / 20:09 WIB
Gara-gara NSA, Microsoft perbaiki fitur keamanan Windows
ILUSTRASI. FILE PHOTO: General view of Microsoft's logo at Microsoft Corporation headquarters at Issy-les-Moulineaux, near Paris, France, April 18, 2016. REUTERS/Charles Platiau/File Photo

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Microsoft Corp, Selasa (13/1) dilaporkan Reuters telah memperbaiki fitur keamanan dalam sistem operasi Windows. Aksi ini menindaklanjuti temuan National Security Agency (NSA) Amerika Serikat yang menemukan celah keamanan dalam Windows.

Dalam keterangan resminya, Microsoft bilang celah keamanan yang ditemui NSA dapat memungkinkan peretas memalsukan sertifikat digital yang digunakan beberapa versi Windows untuk mengotentikasi dan mengamankan data. Ini bisa berdampak serius bagi sistem dan pengguna.

Baca Juga: Sudah tidak ada pembaruan lagi, ini saran Microsoft bagi para pengguna Windows 7

Meski demikian, NSA dan Microsoft mengakui belum menemukan adanya pemanfaatan celah kemanan tersebut. Mereka juga meminta agar para pengguna Windows yang terdampak segera melakukan pembaruan sistem.

Pejabat NSA Anne Neuberger mencatat pihaknya juga telah meminta sejumlah operator jaringan rahasia untuk menginstal pembaruan sistem dan mempercepat implementasi.

Dalam keterangan pembaruan, ini NSA diberikan kredit sebagai pihak yang menemukan celah keamanan sekaligus mendorong pembaruan. Meskipun sebenarnya, NSA sudah sejak jauh hari memperingatkan Microsoft terkait celah keamanannya.

Neuberger bilang ini jadi langkah agensi untuk lebih transparan dengan komunitas keamanan informasi. “Sebagai bagian membangun kepercayaan adalah dengan menunjukkan data,” katanya dalam laporan Reuters, Rabu (15/1).

Baca Juga: Amazon berniat memblokir Microsoft dalam kontrak JEDI Departemen Pertahanan AS

Meski demikian sejumlah analis meragukan aksi NSA tersebut. Sebab ini memang baru pertama kali, agensi pemerintah tersebut ikut campur dalam keamanan informasi komersial.

“Saya belum pernah melihat hal ini sebelumnya. Saya tidak bisa memikirkan contoh di mana pemerintah bekerja sama dengan vendor dan ambil kredit dari sana,” kata Kepala Eksekutif Tenable Amit Yoran yang sebelumnya menjabat sebagai direktur pendiri TImm Kesiapan Darurat Komputer AS.

Pujian yang disematkan kepada NSA sendiri jadi penyeimbang atas sejumlah aksinya selama ini. NSA sebelumnya dikritik setelah mata-mata sibernya mengeksploitasi rentannya keamanan Microsoft untuk menyebarkan aksi peretasan terhadap musuh-musuhnya.

Pada 2016 jadi kasus yang paling disorot ketika perangkat peretasan tersebut bisa didapatkan secara gratis yang kemudian berkembang dimanfaatkan sebuah kelompok untuk menyebarkan Malware WannaCry pada 2017.

Baca Juga: Microsoft: Hacker Korea Utara mencuri informasi sensitif dari AS, Jepang, dan Korsel

Virus penghapus data yang telah menimbulkan kekacauan global. Europol memperkirakan WannaCry menimbulkan dampak kepada 200.000 komputer di lebih 150 negara.

Neuberger tak menanggapi langsung kontroversi itu. Ia cuma bilang NSA bakal jadi mitra keamanan siber yang baik.


Tag


TERBARU

Close [X]
×