kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Gawat, wabah Eropa mulai menggerogoti Jerman


Kamis, 08 November 2012 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung melintas di samping tanda himbauan jaga jarak di pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (27/5/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

FRANKFURT. Krisis utang Eropa mulai melemahkan daya tahan ekonomi Jerman. Terbukti, tingkat ekspor Jerman pada September lalu mencatatkan penurunan terbesar dalam sembilan bulan terakhir. Kondisi ini semakin menambahkan serangkaian bukti bahwa krisis utang Eropa mulai memukul negara dengan perekonomian terbesar di Benua Biru itu.

Berdasarkan data Federal Statistics Office di Wiesbaden, pada hari ini (8/11), tingkat ekspor Jerman merosot 2,5% dibanding Agustus. Pada Agustus, tingkat ekspor Jerman masih mencatatkan kenaikan sebesar 2,3%. Jika dilihat, penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak desember lalu. Sementara, para ekonom memprediksi penurunan sebesar 1,5%. Sedangkan tingkat impor turun 1,6% dari Agustus.

Kendati demikian, perekonomian Jerman masih menjadi yang terbaik di antara partner Eropa lainnya. Namun, daya tahan ekonomi Jerman sedikit demi sedikit mulai goyah. Menurut Bundesbank perekonomian Jerman di kuartal II 2012 akan menurun. Sementara, kemarin (7/11), Komisi Eropa memangkas pertumbuhan 2013 Jerman menjadi 0,8%.

"Jerman selama beberapa waktu berhasil mengatasi lemahnya tingkat permintaan dari kawasan Eropa dengan permintaan domestik yang tinggi dan ekspor ke pasar luar negeri. Namun periode ini mulai berakhir," papar Christian Ott, ekonom Natixis Securities di Frankfurt.

 




TERBARU

[X]
×