kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Gedung Putih peringatkan Iran untuk tidak balas dendam


Sabtu, 04 Januari 2020 / 06:45 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Rencana Iran membalas dendam kepada Amerika Serikat atas pembunuhan Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Elit Iran Quds, dalam serangan udara yang disahkan oleh Presiden AS Donald Trump ditanggapi dingin Gedung Putih.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien mengatakan, balas dendam Iran dalam menanggapi pembunuhan Soleimani akan menjadi "keputusan yang sangat buruk."

Mengutip Reuters, O'Brien menjelaskan, tindakan yang dilakukan pemerintah AS merupakan tindakan pertahanan diri. Mengingat, Soleimani dibunuh saat bepergian di sekitar Timur Tengah guna merencanakan serangan terhadap personil militer AS dan diplomat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Akhirnya bersuara, Trump: Soleimani berencana membunuh lebih banyak lagi orang AS

Para pejabat AS menyebut, Soleimani sedang menyiapkan serangan yang dapat menewaskan ratusan penduduk AS yang berada di Irak, Suriah, Lebanon dan wilayah lainnya.

Sebelumnya, atas aksi AS ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah bersumpah akan balas dendam kepada pihak yang membunuh Sulaemani.

Beberapa analis memperkirakan, Iran akan membalas AS tetapi mereka tak terburu-buru dalam memutuskan cara yang ditempuh untuk balas dendam. Namun, kemungkinan besar, Iran tidak akan mengarah pada perang secara langsung.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×