kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.938   27,00   0,15%
  • IDX 6.361   26,59   0,42%
  • KOMPAS100 836   0,67   0,08%
  • LQ45 631   -1,47   -0,23%
  • ISSI 220   2,29   1,05%
  • IDX30 355   -1,21   -0,34%
  • IDXHIDIV20 437   -3,75   -0,85%
  • IDX80 95   0,18   0,19%
  • IDXV30 119   0,35   0,30%
  • IDXQ30 113   -0,86   -0,76%

Gejolak politik Malaysia, Muhyiddin: Saya masih Perdana Menteri yang sah


Kamis, 24 September 2020 / 05:32 WIB
ILUSTRASI. Malaysia's Prime Minister Muhyiddin Yassin gestures after his cabinet announcement in Putrajaya, Malaysia March 9, 2020. REUTERS/Lim Huey Teng


Sumber: The Star | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PETALING JAYA. Muhyiddin mengatakan dia masih Perdana Menteri Malaysia yang sah.

Melansir The Star, Muhyiddin mengatakan klaim pemimpin oposisi Anwar Ibrahim bahwa dia mendapat dukungan mayoritas dari anggota parlemen harus dibuktikan sesuai dengan proses dan metode yang ditentukan oleh Konstitusi Federal.

“Tanpa melalui proses, pernyataan Anwar hanyalah klaim. Hingga terbukti sebaliknya, pemerintah Perikatan Nasional masih berdiri kokoh dan saya Perdana Menteri yang sah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9) seperti yang dikutip The Star.

Dia menambahkan, “Saya mengimbau masyarakat untuk tenang. Insya Allah masalah ini akan ditangani sesuai dengan proses hukum dan Konstitusi Federal."

Baca Juga: Politik Malaysia panas! Anwar Ibrahim: Pemerintahan Muhyiddin telah tumbang

Dalam jumpa pers, Rabu (23/9/2020), Anwar Ibrahim mengaku mendapat dukungan mayoritas untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Sayang, dia tidak mengungkapkan angkanya.

“Secara meyakinkan, kami memiliki mayoritas yang kuat dan tangguh. Kami tidak berbicara empat atau lima (mayoritas) kami berbicara lebih dari itu,” kata Anwar seperti yang dilansir The Star.

Ditanya apakah dia memiliki hampir dua pertiga dukungan, Anwar dengan singkat menjawab ya.

Baca Juga: Tanggapi klaim Anwar Ibrahim, Mahathir: Saya 'wait and see'

Anwar mengatakan, dia seharusnya bertemu dengan Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada hari Selasa, tetapi ditunda karena Raja sedang dirawat di National Heart Institute.

Namun Anwar mengatakan, ia berdoa agar Raja lekas sembuh yang diucapkan melalui percakapan telepon pada Selasa malam.

“Dengan dukungan yang jelas dan tak terbantahkan serta mayoritas di belakang saya, pemerintahan yang dipimpin oleh Tan Sri Muhyiddin Yassin telah tumbang," jelasnya.

Selanjutnya: Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim sesumbar akan membentuk pemerintahan baru




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×