kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Gelombang PHK Besar-besaran Melanda AS, Ini Daftar 17 Perusahaan yang Terdampak


Jumat, 27 Februari 2026 / 07:09 WIB
Gelombang PHK Besar-besaran Melanda AS, Ini Daftar 17 Perusahaan yang Terdampak
ILUSTRASI. Awal tahun 2026 langsung diwarnai gelombang PHK besar-besaran di berbagai perusahaan Amerika Serikat. (Grace Hollars/USA TODAY via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sekitar 4.500 karyawan (13% tenaga kerja) terdampak dalam restrukturisasi yang ditargetkan meningkatkan profitabilitas hingga US$ 2 miliar.

  • Tronox

Menutup pabrik pigmen di Fuzhou, China, berdampak pada 550 karyawan akibat lemahnya permintaan domestik dan kenaikan biaya.

  • FedEx

Merombak operasional di Prancis dan memangkas hingga 500 posisi.

  • United Parcel Service

Mengurangi volume pengiriman ber-margin rendah, termasuk dari Amazon, dengan potensi dampak hingga 30.000 pekerja.

  • Peloton

Sekitar 11% tenaga kerja terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan bisnis.

Keuangan & Antariksa

  • Citigroup

Memangkas sekitar 1.000 karyawan sebagai bagian dari rencana sebelumnya untuk mengurangi 20.000 posisi hingga 2026.

  • Gemini Space Station

Mengurangi hingga 200 karyawan (sekitar 25%) dengan menutup sebagian operasi internasional demi mengejar profitabilitas.

Tonton: Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara: Kasus Korupsi Minyak Pertamina Terungkap

AI Jadi Titik Balik Dunia Kerja?

Gelombang PHK ini menunjukkan perubahan struktural di pasar tenaga kerja AS. Banyak perusahaan tak lagi sekadar memangkas biaya, tetapi mengalihkan investasi ke teknologi AI, cloud, dan otomatisasi.

Sejumlah eksekutif bahkan secara terbuka menyatakan bahwa AI memungkinkan perusahaan membangun dan menjalankan bisnis dengan lebih sedikit orang.

Dengan tren ini, 2026 bisa menjadi tahun percepatan transformasi tenaga kerja — ketika efisiensi berbasis AI mulai benar-benar mengubah peta lapangan pekerjaan global.


Tag


TERBARU

[X]
×