Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BOGOTA. Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang Kolombia pekan lalu diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi awal hingga 30 triliun peso atau sekitar US$ 9,58 miliar.
Besarnya kerusakan menjadi risiko tambahan bagi aktivitas ekonomi dan investasi di negara tersebut, terutama karena pemerintah masih menghitung dampak terhadap bangunan dan infrastruktur.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengatakan, estimasi awal kerugian mencakup sekitar 24,5 triliun peso pada bangunan dan 5,5 triliun peso pada infrastruktur.
"Ini angka awal yang masih akan disesuaikan," kata De La Espriella pada Senin (17/8/2026), seraya menegaskan bahwa pemerintah masih melakukan penilaian kerusakan di berbagai wilayah.
Baca Juga: Sukuk ST016 Jadi Alternatif Investasi, Berikut Cara Transaksinya melalui BRI
Gempa tersebut merobohkan sejumlah bangunan di wilayah barat Kolombia, termasuk di kota besar Cali dan Pereira. Bencana ini menewaskan 280 orang, melukai lebih dari 4.000 orang, serta menyebabkan 143 orang masih dinyatakan hilang.
Dari perspektif investasi, besarnya kerusakan berpotensi menekan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek karena pemerintah harus mengalihkan sumber daya untuk penanganan darurat, pemulihan, dan pembangunan kembali infrastruktur.
Namun, besaran dampak akhirnya masih bergantung pada hasil asesmen kerusakan yang sedang berlangsung.
Risiko tersebut menjadi perhatian karena gempa merupakan krisis besar pertama yang dihadapi De La Espriella setelah mulai menjabat beberapa hari sebelum bencana. Pemerintah kini harus menangani sekaligus proses bantuan, pemulihan, dan rekonstruksi.
Sebagai pembanding, gempa yang melanda negara tetangga Venezuela pada 24 Juni lalu diperkirakan menyebabkan kerusakan pada perumahan dan infrastruktur senilai US$ 37 miliar berdasarkan penilaian awal Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana.
Baca Juga: Persepsi Risiko Investasi (CDS) Indonesia Meningkat, Cermati Efeknya untuk Investor
Besarnya kerugian akibat bencana di kedua negara menunjukkan bahwa risiko alam dapat menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan investor di kawasan tersebut.
Bagi Kolombia, angka US$9,58 miliar masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring pemerintah memperoleh data kerusakan yang lebih lengkap.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
