kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

General Motors dan Hyundai Jalin Kerja Sama Kembangkan 5 Kendaraan Baru


Kamis, 07 Agustus 2025 / 07:01 WIB
General Motors dan Hyundai Jalin Kerja Sama Kembangkan 5 Kendaraan Baru
ILUSTRASI. Dua produsen otomotif global, General Motors (GM) dan Hyundai Motor, mengumumkan kesepakatan kerja sama pertama mereka untuk mengembangkan lima model kendaraan di tengah ketatnya persaingan industri otomotif dunia. REUTERS/Daniel Becerril/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID. Dua produsen otomotif global, General Motors (GM) dan Hyundai Motor, mengumumkan kesepakatan kerja sama pertama mereka untuk mengembangkan lima model kendaraan di tengah ketatnya persaingan industri otomotif dunia.

Empat dari lima model tersebut yakni SUV kompak, mobil penumpang, pickup kecil, dan pickup menengah ditargetkan untuk pasar Amerika Tengah dan Selatan.

Keempat kendaraan ini akan mendukung teknologi mesin pembakaran internal (ICE) dan juga hibrida.

Baca Juga: Tebar Promo, Hyundai Optimistis GIIAS 2025 Dorong Penjualan

Selain itu, GM dan Hyundai juga akan mengembangkan van komersial listrik untuk pasar Amerika Utara. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa kedua perusahaan mendekati kesepakatan untuk berbagi platform van listrik komersial.

Langkah kolaboratif ini muncul di tengah persaingan ketat dengan produsen kendaraan listrik (EV) asal China, serta dampak dari perang dagang yang memengaruhi pasokan suku cadang penting seperti material logam tanah jarang, yang telah mendorong kenaikan biaya produksi.

Produsen mobil China telah meluncurkan berbagai model berteknologi tinggi dengan harga terjangkau, yang menggerus permintaan terhadap kendaraan listrik dari pabrikan lama seperti GM.

Baca Juga: BYD Kalahkan Hyundai & Wuling Semester 1 2025, Cek Harga Atto M6 Denza Juli 2025

Meski Hyundai memiliki kehadiran yang minim di pasar China, perusahaan asal Korea Selatan ini menghadapi tekanan dari ekspor kendaraan China ke pasar global.

Hyundai kini mengandalkan penjualan di pasar Amerika Serikat, sementara penjualannya di China terus menurun.

Tidak seperti GM, Hyundai hampir tidak memiliki pangsa di segmen kendaraan komersial dan truk di AS, yang merupakan pasar menguntungkan.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan GM dalam pengembangan van listrik dapat membantu Hyundai memperluas portofolionya, sekaligus membantu GM menekan biaya pengembangan, terutama untuk menggantikan model lama seperti Chevrolet Express dan GMC Savana.

Kedua perusahaan memperkirakan produksi gabungan ini akan mencapai hingga 800.000 unit kendaraan per tahun saat telah berjalan secara penuh.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×