Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID. Dua produsen otomotif global, General Motors (GM) dan Hyundai Motor, mengumumkan kesepakatan kerja sama pertama mereka untuk mengembangkan lima model kendaraan di tengah ketatnya persaingan industri otomotif dunia.
Empat dari lima model tersebut yakni SUV kompak, mobil penumpang, pickup kecil, dan pickup menengah ditargetkan untuk pasar Amerika Tengah dan Selatan.
Keempat kendaraan ini akan mendukung teknologi mesin pembakaran internal (ICE) dan juga hibrida.
Baca Juga: Tebar Promo, Hyundai Optimistis GIIAS 2025 Dorong Penjualan
Selain itu, GM dan Hyundai juga akan mengembangkan van komersial listrik untuk pasar Amerika Utara. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa kedua perusahaan mendekati kesepakatan untuk berbagi platform van listrik komersial.
Langkah kolaboratif ini muncul di tengah persaingan ketat dengan produsen kendaraan listrik (EV) asal China, serta dampak dari perang dagang yang memengaruhi pasokan suku cadang penting seperti material logam tanah jarang, yang telah mendorong kenaikan biaya produksi.
Produsen mobil China telah meluncurkan berbagai model berteknologi tinggi dengan harga terjangkau, yang menggerus permintaan terhadap kendaraan listrik dari pabrikan lama seperti GM.
Baca Juga: BYD Kalahkan Hyundai & Wuling Semester 1 2025, Cek Harga Atto M6 Denza Juli 2025
Meski Hyundai memiliki kehadiran yang minim di pasar China, perusahaan asal Korea Selatan ini menghadapi tekanan dari ekspor kendaraan China ke pasar global.
Hyundai kini mengandalkan penjualan di pasar Amerika Serikat, sementara penjualannya di China terus menurun.
Tidak seperti GM, Hyundai hampir tidak memiliki pangsa di segmen kendaraan komersial dan truk di AS, yang merupakan pasar menguntungkan.
Oleh karena itu, kolaborasi dengan GM dalam pengembangan van listrik dapat membantu Hyundai memperluas portofolionya, sekaligus membantu GM menekan biaya pengembangan, terutama untuk menggantikan model lama seperti Chevrolet Express dan GMC Savana.
Kedua perusahaan memperkirakan produksi gabungan ini akan mencapai hingga 800.000 unit kendaraan per tahun saat telah berjalan secara penuh.