Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Sejumlah perusahaan pialang besar telah merevisi perkiraan rata-rata harga minyak untuk tahun 2026. Hal tersebut dilakukan karena perang AS-Israel di Iran terus berlanjut, dengan konflik tersebut telah menyebabkan harga minyak melonjak lebih dari 50% di bulan ini.
Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent untuk tahun 2026 menjadi US$ 85 per barel dari US$ 77, dengan alasan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dan peningkatan penimbunan strategis yang memperketat pasar.
Sementara itu, J.P. Morgan memperkirakan harga rata-rata minyak jenis Brent berada di level US$ 100 per barel pada kuartal II-2026 dan turun kembali ke US$ 80 per barel pada akhir tahun 2026.
Baca Juga: Iran Murka: Bakal Balas Dendam Jika Pembangkit Listrik Jadi Sasaran
Senin (23/3/2026) pukul 12.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 tetap stabil di US$ 112,18 per barel setelah ditutup di level tertinggi sejak Juli 2022 pada Jumat (20/3/2026).
Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2026 naik 52 sen menjadi US$ 98,75 per barel.
Sentimen bagi minyak datang setelah Iran memperingatkan akan menyerang infrastruktur energi dan air di seluruh Teluk jika Presiden AS Donald Trump menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang jaringan listriknya, seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah selama lebih dari tiga minggu.













