Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Iran menegaskan bakal melakukan balasan serangan terhadap sektor kelistrikannya dengan menargetkan pembangkit listrik Israel serta pembangkit listrik yang memasok listrik ke pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di negara-negara regional, demikian pernyataan Garda Revolusi pada hari Senin (23/3/2026).
Pernyataan tersebut tampaknya mencabut ancaman sebelumnya terhadap pabrik desalinasi di wilayah tersebut, yang sangat penting untuk menyediakan air minum di negara-negara Teluk.
"Presiden AS yang berbohong itu mengklaim bahwa Garda Revolusi bermaksud menyerang pabrik desalinasi air dan menyebabkan kesulitan bagi rakyat negara-negara di kawasan tersebut," demikian pernyataan yang dibagikan di media pemerintah.
Baca Juga: Badan Cuaca PBB: Dekade 2015-2025 Terpanas Sejak 1850
Pada hari Sabtu (21/3/2026), Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa pembangkit listrik Iran akan menjadi sasaran jika Teheran gagal "membuka sepenuhnya" Selat Hormuz untuk semua pelayaran dalam waktu 48 jam.
"Kami bertekad untuk menanggapi setiap ancaman pada tingkat yang sama dengan dampaknya dalam hal pencegahan... Jika Anda menyerang listrik, kami akan menyerang listrik," kata Garda Revolusi.












