kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Grab dikabarkan akan umumkan merger dengan SPAC, valuasinya hampir US$ 40 miliar


Selasa, 13 April 2021 / 14:13 WIB
Grab dikabarkan akan umumkan merger dengan SPAC, valuasinya hampir US$ 40 miliar
ILUSTRASI. Grab Holdings, dikabarkan akan mengumumkan merger dengan Altimeter, perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC).


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perusahaan pemesanan kendaraan dan pengiriman makanan terbesar di Asia Tenggara, Grab Holdings, dikabarkan akan mengumumkan merger dengan Altimeter, perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yang akan membuat valuasi Grab hampir mencapai US$ 40 miliar. Merger ini juga menjadi cara Grab untuk listing di bursa efek AS.

Valuasi hampir US$ 40 miliar didasarkan pada nilai ekuitas proforma, kata dua sumber Reuters.

Merger ini akan menjadikannya kesepakatan perusahaan cek kosong terbesar yang pernah ada.

Perjanjian Grab dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) yang didukung Altimeter Capital mencakup investasi senilai US$ 4 miliar private investment in public equity (PIPE) dari sekelompok investor Asia dan global. Termasuk Fidelity International dan Janus Henderson, kata sumber Reuters, Selasa (13/4).

Baca Juga: Grab dan Traveloka bersiap IPO, Unicorn Asia Tenggara unjuk gigi

Grab menolak berkomentar soal kabar ini. Tidak ada tanggapan dari Altimeter yang berbasis di Silicon Valley untuk permintaan komentar melalui email.

Kedua fund manager juga tidak menanggapi pertanyaan yang dikirim melalui email. Sumber Reuters menolak disebutkan identitasnya karena sensitivitas masalah tersebut.

Kesepakatan untuk Grab yang berbasis di Singapura, yang sebelumnya dikatakan sumber bernilai lebih dari US$ 16 miliar, adalah kemenangan besar bagi pendukung awal Grab seperti SoftBank Group Corp Jepang dan Didi Chuxing dari China.

Pencatatan saham di AS akan memberi Grab kekuatan ekstra di pasar utamanya, Indonesia, di mana pesaing lokalnya yakni Gojek hampir menutup kesepakatan merger dengan e-commerce terkemuka di Indonesia, Tokopedia.

Grab, yang pendapatan bersihnya melonjak 70% tahun lalu, belum menghasilkan keuntungan. Tetapi Grab berharap segmen bisnis terbesarnya yakni bisnis pengiriman makanan, mencapai titik impas pada akhir 2021, karena lebih banyak konsumen beralih ke pengiriman makanan online setelah pandemi Covid-19.

Dengan operasi di delapan negara dan 398 kota, Grab sudah menjadi perusahaan rintisan paling berharga di Asia Tenggara.

Memanfaatkan bisnis ride-hailing yang dimulai pada tahun 2012, perusahaan ini telah berkembang dengan menawarkan pengiriman makanan dan bahan makanan, layanan kurir, pembayaran digital, dan sekarang membuat dorongan besar ke bisnis asuransi dan pinjaman di wilayah Asia Tenggara yang berpenduduk 650 juta orang.

Selanjutnya: Grab alokasikan dana abadi Rp 4 triliun, ini peruntukkannya




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×