Sumber: Telegraph | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Trump sendiri mengatakan hubungannya dengan Denmark tetap baik dan optimistis akan ada solusi.
“Greenland sangat penting bagi keamanan nasional, termasuk bagi Denmark,” kata Trump di Ruang Oval. “Masalahnya, Denmark tidak bisa berbuat apa-apa jika Rusia atau China ingin menduduki Greenland, sementara kami bisa.”
Trump tampak semakin percaya diri soal Greenland setelah memerintahkan serangan di Venezuela pada 3 Januari yang menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Meski Greenland memiliki hak untuk menyatakan kemerdekaan di masa depan, para pemimpinnya kini menekankan pentingnya persatuan dengan Kerajaan Denmark di tengah krisis diplomatik ini.
Tonton: China–India Tekan Penggunaan Batubara, APBI Dorong Industri Tambang Beradaptasi
“Ini bukan waktu yang tepat untuk mempertaruhkan hak penentuan nasib sendiri kami, ketika negara lain berbicara tentang mengambil alih kami,” kata Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen.
“Itu bukan berarti kami menutup kemungkinan di masa depan. Tapi saat ini kami adalah bagian dari kerajaan, dan kami berdiri bersama kerajaan,” ujarnya.
Di jalanan Nuuk, bendera merah-putih Greenland terlihat berkibar di etalase toko, balkon apartemen, hingga kendaraan, sebagai simbol persatuan nasional.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 17% warga Amerika Serikat yang mendukung upaya Trump untuk mengakuisisi Greenland. Mayoritas pemilih, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, menolak penggunaan kekuatan militer untuk mencaplok pulau tersebut.
Sebanyak 47% responden menyatakan tidak setuju dengan upaya AS untuk mengambil alih Greenland, sementara 35% lainnya mengaku belum menentukan sikap.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
