kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.922   12,00   0,07%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Greenland Dijual? Biaya Akuisisi Diprediksi Rp 11.700 Triliun, Ini Reaksi Eropa


Jumat, 16 Januari 2026 / 07:37 WIB
Greenland Dijual? Biaya Akuisisi Diprediksi Rp 11.700 Triliun, Ini Reaksi Eropa
ILUSTRASI. Upaya AS mengakuisisi Greenland diprediksi menelan Rp 11.700 T. Nilai ini setara separuh anggaran Pertahanan AS. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Telegraph | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Upaya Amerika Serikat untuk membeli Greenland diperkirakan bisa menelan biaya hingga US$ 700 miliar atau setara dengan Rp 11.700 triliun (kurs Rp 16.700). Perkiraan ini muncul di tengah dorongan Presiden Donald Trump yang terus menekan rencana akuisisi pulau tersebut.

The Telegraph melaporkan, pemerintah Denmark dan Greenland menegaskan bahwa wilayah semi-otonom yang kaya sumber daya itu tidak untuk dijual. Namun, Trump tetap bersikukuh dan menyatakan Amerika Serikat akan mengambil Greenland dengan satu cara atau cara lainnya demi alasan keamanan nasional.

Pertemuan antara pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland di Washington pada Rabu lalu belum mampu menyelesaikan perbedaan mendasar terkait pulau Arktik yang kaya mineral tersebut.

Sejumlah akademisi dan mantan pejabat AS diminta memperkirakan biaya yang dibutuhkan sebagai bagian dari perencanaan pengambilalihan Greenland. Pulau ini diketahui memiliki cadangan mineral tanah jarang yang bernilai tinggi serta posisi strategis di kawasan utara ekstrem.

Nilai US$ 700 miliar tersebut setara dengan lebih dari setengah anggaran tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Baca Juga: Bos Nestlé Minta Maaf: Racun Cereulide Ancam Reputasi Formula Bayi

Pada Minggu lalu, Trump mengatakan kepada wartawan, “Saya ingin membuat kesepakatan dengan mereka. Itu lebih mudah. Tapi bagaimanapun caranya, kita akan memiliki Greenland.”

Trump juga memperingatkan bahwa Greenland dipenuhi kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana dan menyebut penguasaan wilayah itu sebagai sesuatu yang sangat vital bagi AS.

Namun, Menteri Pertahanan Swedia, Pal Jonson, menilai pernyataan tersebut berlebihan. Kepada The Telegraph, ia mengatakan klaim bahwa Greenland dibanjiri kapal Rusia dan China tidak sesuai dengan hasil penilaian keamanan kawasan yang mereka lakukan.

Jonson mengakui memang ada peningkatan aktivitas kapal riset China di kawasan Arktik, tetapi skalanya masih terbatas.

Terlepas dari itu, personel militer Eropa dijadwalkan mulai tiba di Greenland pada Kamis sebagai bagian dari upaya meyakinkan Trump bahwa sekutu NATO mampu menangani keamanan di kawasan Arktik yang strategis dan rawan konflik tersebut.

Prancis, Swedia, Jerman, dan Norwegia mengumumkan akan mengirim pasukan dalam misi pengintaian ke ibu kota Greenland, Nuuk. Inggris juga mengirim satu perwira militer.

Baca Juga: Trump Bertemu Pempimpin Oposisi Venezuela Machado

“Pasukan NATO diperkirakan akan semakin sering hadir di Greenland mulai hari ini dan dalam beberapa hari ke depan. Akan ada lebih banyak penerbangan dan kapal militer untuk keperluan latihan,” ujar Wakil Perdana Menteri Greenland, Mute Egede.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×