Hadapi Ancaman China, Garda Nasional AS akan Bekerjasama dengan Militer Taiwan

Selasa, 31 Mei 2022 | 14:28 WIB Sumber: Reuters
Hadapi Ancaman China, Garda Nasional AS akan Bekerjasama dengan Militer Taiwan

ILUSTRASI. Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Hadapi Ancaman China, Garda Nasional AS akan Bekerjasama dengan Militer Taiwan.


KONTAN.CO.ID -  TAIPEI. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Selasa (31/5) mengatakan, Amerika Serikat (AS) merencanakan kerja sama antara Garda Nasionalnya dan militer Taiwan. Tujuan kerjasama ini untuk memperdalam hubungan keamanan dalam menghadapi ancaman dari China.

AS adalah pendukung internasional dan pemasok senjata terpenting Taiwan yang diklaim China, meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik formal. China telah meningkatkan kegiatan militernya di dekat Taiwan untuk menegaskan klaim kedaulatannya.

Militer China mengatakan pekan lalu bahwa mereka baru-baru ini melakukan latihan di sekitar Taiwan sebagai peringatan serius terhadap kolusi dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Terlalu Mahal, Taiwan Mengaku Tak Sanggup Membeli Helikopter Anti-kapal Selam dari AS

Itu terjadi setelah Presiden AS Joe Biden membuat marah China karena memberi sinyal perubahan kebijakan ambiguitas strategis AS di Taiwan dengan mengatakan Amerika Serikat akan terlibat secara militer jika China ingin menyerang pulau itu. Pejabat AS mengatakan tidak ada perubahan dalam kebijakan.

Saat bertemu dengan Senator AS Tammy Duckworth di kantornya di Taipei, Tsai mencatat bahwa Duckworth adalah salah satu sponsor utama Undang-Undang Kemitraan Taiwan, yang telah menerima dukungan bipartisan di Kongres AS meskipun belum menjadi undang-undang.

“Akibatnya, Departemen Pertahanan AS sekarang secara proaktif merencanakan kerja sama antara Garda Nasional AS dan pasukan pertahanan Taiwan,” kata Tsai, tanpa memberikan perincian.

Media Taiwan sebelumnya telah melaporkan bahwa Taiwan dapat bermitra dengan Garda Nasional Hawaii untuk program tersebut. “Kami menantikan kerja sama Taiwan-AS yang lebih dekat dan lebih dalam dalam masalah keamanan regional,” tambah Tsai.

Baca Juga: China Kecam Taiwan Beri Bantuan ke Ukraina: Ambil Untung dari Kesulitan Orang Lain

Duckworth mengatakan dia berkunjung untuk menegaskan kembali bahwa negaranya mendukung Taiwan, dan bahwa ada dukungan luar biasa untuk pulau itu dari anggota parlemen AS.

Namun, minggu lalu Taiwan tidak termasuk dalam Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik Amerika Serikat untuk Kemakmuran, atau IPEF, meskipun ada upaya lobi. Tsai mengatakan Taiwan akan terus menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi.

"Dalam waktu dekat, kami menantikan Taiwan dan Amerika Serikat bekerja sama dalam mengambil langkah-langkah baru untuk mengembangkan rencana konkret yang semakin memperdalam kemitraan ekonomi kami."

Editor: Noverius Laoli

Terbaru