Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Indonesia mengungkapkan tidak mengalami kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per April 2026.
Hal ini disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun yang mengatakan bahwa harga BBM baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan per 1 April 2026.
Ia mengatakan kebijakan tersebut mengikuti arahan pemerintah yang menetapkan tidak adanya penyesuaian harga BBM.
“Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (1/4/2026).
Informasi kenaikan harga sebelumnya diisukan akan terjadi pada April 2026 imbas dari perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, di mana Iran membatasi jalur minyak yang lewat melalui Selat Hormuz.
Meski begitu, banyak negara lain yang mengalami kenaikan harga BBM imbas dari pembatasan Selat Hormuz.
Lantas, negara mana saja yang mengalami kenaikan harga BBM?
Baca Juga: Murka Soal Dokumen Epstein, Donald Trump Pecat Pam Bondi dari Kursi Jaksa Agung
Daftar negara yang mengalami kenaikan harga BBM
Dilansir dari berbagai sumber, berikut negara-negara yang mengalami kenaikan harga BBM.
1. Afrika Selatan
Dilansir dari ABC, Rabu (1/4/2026), para pengendara di Afrika Selatan pada Selasa (31/3/2026) berbondong-bondong menuju SPBU untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar yang akan berlaku mulai tengah malam,
Seiring dunia terus merasakan dampak perang Iran yang telah memengaruhi harga minyak dan bahan bakar global.
Kenaikan harga solar sebesar US$ 0,44 (sekitar Rp 7.600 per kurs hari Rabu) yang merupakan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah.
Sementara itu, bensin mengalami kenaikan sebesar US$ 0,18 (sekitar Rp 3.000) telah mengguncang seluruh negara Afrika bagian selatan tersebut.
2. Australia
Australia memiliki stok bahan bakar tertinggi dalam 15 tahun terakhir, tetapi masih jauh di bawah rekomendasi Badan Energi Internasional untuk 90 hari.
Sementara itu, menurut Australian Institute of Petroleum (AIP), harga minyak bumi di Australia telah mencapai rekor kenaikan 27% sejak pecah pada 28 Februari 2026.
Dilansir dari Reuters, Selasa (31/3/2026), angka terbaru pemerintah hingga pekan lalu menyatakan Australia memiliki cukup bahan bakar untuk 30 hari solar, 30 hari bahan bakar jet, dan 39 hari bensin.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga mengatakan pemerintah akan mengurangi 50% pajak cukai bahan bakar dan solar serta menghapus biaya penggunaan jalan raya untuk kendaraan berat selama tiga bulan.
Hal ini untuk membantu rumah tangga mengatasi lonjakan biaya yang disebabkan oleh perang Iran.
Baca Juga: Harga Minyak Melambung Lebih dari 8% Setelah Trump Akan Lanjutkan Serang Iran













