Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (17/7/2026), namun tetap berada di jalur penurunan mingguan terbesar dalam enam pekan.
Kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.
Baca Juga: Wow! Jersey Pele di Final Piala Dunia 1958 Laku Rp 88,2 Miliar
Melansir Reuters hingga pukul 01.03 GMT, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$ 3.988,57 per ons troi troi setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus bergerak stabil di US$ 3.992,70 per ons troi.
Meski menguat pada sesi perdagangan Jumat, harga emas telah terkoreksi lebih dari 3% sepanjang pekan ini, menjadikannya berpotensi mencatat penurunan mingguan terbesar dalam enam pekan.
Sentimen utama yang membebani emas berasal dari kembali memanasnya konflik antara AS dan Iran. Kedua negara saling meningkatkan serangan dalam sepekan terakhir, sehingga mengikis gencatan senjata yang tercapai bulan lalu.
Baca Juga: Harga Minyak Melesat usai Serangan Baru AS ke Iran, Pasar Waspada
Eskalasi konflik tersebut mendorong harga minyak melonjak sekitar 12% sepanjang pekan ini karena meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama. Kondisi itu membuat pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkannya.
Bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), lingkungan suku bunga tinggi umumnya menjadi sentimen negatif karena investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan tingkat pengembalian lebih besar.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve Bank Dallas, Lorie Logan, menjadi pejabat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh yang secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga.
Baca Juga: Tren Baru: Stablecoin Jadi Andalan Kelompok Kriminal
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson juga menyatakan dirinya terbuka terhadap kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank Kansas City Jeff Schmid mengatakan, inflasi masih bertahan pada berbagai kelompok barang dan jasa. Dengan kondisi pasar tenaga kerja yang tetap kuat, pengendalian inflasi masih menjadi fokus utama kebijakan moneter.
Data ekonomi AS juga menunjukkan jumlah klaim baru tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu, mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap solid.
Di sisi lain, penjualan ritel AS hanya naik tipis pada Juni karena turunnya harga bensin mengurangi pendapatan stasiun pengisian bahan bakar.
Dari China, sejumlah ekonom dan penasihat pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat tetap terjaga melalui percepatan proyek-proyek infrastruktur yang telah dianggarkan. Hal tersebut mengurangi kemungkinan pemerintah meluncurkan stimulus fiskal berskala besar.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Jumat (17/7) Pagi, Brent ke US$ 85,28 & WTI ke US$ 79,98
Sementara itu, pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada 11 individu dan entitas yang disebut terlibat dalam jaringan perdagangan emas ilegal dan pendanaan yang menopang konflik di Sudan.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,2% menjadi US$ 55,60 per ons troi. Harga platinum turun tipis 0,1% menjadi US$ 1.616,10 per ons troi, sedangkan paladium menguat 0,4% menjadi US$ 1.254,62 per ons troi. Ketiga logam tersebut juga berada di jalur penurunan mingguan.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
