Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas jatuh ke level terendah dalam empat bulan, sementara harga perak merosot di bawah US$ 50 per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025 pada Jumat (30/10/2026). Kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed).
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 1,6% menjadi US$ 3.956,09 per ons pada pukul 1243 GMT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 30 Juni.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 1,64% menjadi US$ 3.965,30 per ons. Sepanjang bulan ini, harga emas telah terkoreksi sebesar 4,7%.
Baca Juga: Xi Jinping Minta Jerman Pertahankan Kebijakan Rasional dan Bersahabat terhadap China
"Harga emas dipengaruhi oleh kombinasi dua faktor: data PDB AS yang lebih kuat dari perkiraan, serta kenaikan harga minyak yang memberikan tekanan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga," ujar Giovanni Staunovo, seorang analis di UBS.
Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi pada kuartal lalu. Sementara itu, inflasi meningkat pada bulan September seiring dengan kenaikan harga bensin dan barang-barang lainnya, yang memperkuat perkiraan para ekonom mengenai kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
"Emas bisa naik hingga $5.000 atau lebih tinggi tahun depan, karena The Fed pada akhirnya harus kembali memangkas suku bunga dan inflasi tidak lagi menjadi masalah," ujar Staunovo.
Bank-bank sentral utama menghentikan sementara kenaikan suku bunga minggu ini, namun menegaskan bahwa siklus pengetatan kebijakan belum berakhir. The Fed dan Bank Sentral Eropa sama-sama mempertahankan suku bunga tetap, seraya menyoroti risiko inflasi yang dipicu oleh lonjakan biaya energi.
Harga minyak naik dan mencatatkan kenaikan bulanan untuk keempat kalinya secara berturut-turut, menyusul serangan terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz yang mempertegas risiko pasokan yang terus berlanjut di tengah ketegangan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Baca Juga: China Gelar Patroli Militer di Scarborough Shoal, Ketegangan dengan Filipina Memanas
Harga energi yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi akan periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan, sehingga membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil—seperti emas—menjadi kurang menarik.
Di sisi lain, peretas mencuri US$ 6,3 miliar dari Binance dalam sebuah pencurian kripto berskala besar yang dikaitkan dengan Korea Utara, sehingga memicu kekhawatiran mengenai kepercayaan terhadap aset digital.














