Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak anjlok lebih dari US$ 1 per barel di perdagangan awal pekan ini. Sentimen negatif bagi minyak datang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan memulai upaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz.
Senin (4/5/2026) pukul 05.00 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli 2026 turun US$ 1,83 atau 1,69% menjadi US$ 106,34.
Sejalan, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2026 anjlok US$ 1,72 atau 1,69% ke US$ 100,22 per barel.
Koreksi harga minyak terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (3/5/2026) bahwa AS akan memulai upaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz mulai pagi ini.
Baca Juga: Trump: AS Akan Bantu Bebaskan Kapal yang Terjebak di Selat Hormuz
Trump, dalam sebuah unggahan di situs Truth Social miliknya, memberikan sedikit detail tentang operasi tersebut, termasuk apakah Angkatan Laut AS akan terlibat.
Ia menggambarkan upaya tersebut sebagai "gerakan kemanusiaan" yang hanya dimaksudkan untuk membantu negara-negara netral yang tidak terlibat dalam perang AS-Israel melawan Iran.
"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," tulis Trump dalam unggahan tersebut.
Gedung Putih dan Pentagon tidak segera menanggapi permintaan informasi tambahan.













