kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Minyak Bisa Tetap Panas meski Konflik AS-Iran Berakhir, Ini Penyebabnya


Kamis, 07 Mei 2026 / 08:10 WIB
Harga Minyak Bisa Tetap Panas meski Konflik AS-Iran Berakhir, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Pasokan minyak global diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa pekan ke depan, bahkan jika Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang mereka. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Morgan Stanley memperkirakan stok bensin Amerika Serikat dapat turun hingga sekitar 198 juta barel pada akhir musim panas, level terendah dalam catatan modern untuk periode tersebut.

Di Eropa, International Energy Agency (IEA) memperingatkan potensi kekurangan bahan bakar jet mulai Juni jika pasokan Timur Tengah tidak segera pulih.

Irlandia bahkan disebut hanya memiliki cadangan avtur untuk 10 hari.

Sementara di Asia, impor minyak mentah anjlok 30% pada April dibanding tahun lalu dan menjadi yang terendah sejak 2015, menurut data Kpler.

Di Singapura, stok bahan bakar minyak untuk bunker kapal turun ke level terendah hampir satu tahun.

Pemulihan Diperkirakan Lambat

Meski jalur pelayaran kembali dibuka, para analis menilai pemulihan sistem energi global tidak akan berlangsung cepat.

CEO Exxon Mobil Darren Woods mengatakan dibutuhkan satu hingga dua bulan agar arus minyak kembali normal setelah Selat Hormuz dibuka kembali.

Rata-rata kapal tanker membutuhkan sekitar 30 hari untuk mengirim minyak dari Timur Tengah ke Uni Eropa dan 40 hari ke Amerika Serikat.

Selain itu, gangguan kapasitas kilang di Timur Tengah juga memperlambat pemulihan pasokan global.

Kepala International Air Transport Association (IATA), Willie Walsh, mengatakan hampir 2 juta barel per hari kapasitas pengolahan minyak di kawasan tersebut saat ini tidak beroperasi.

Padahal, bahan bakar dari Timur Tengah sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi di Afrika, Asia, dan Eropa.

Tonton: PN Jakpus Izinkan Eksekusi Hotel Sultan! Blok 15 GBK Segera Dikosongkan

Negara/Kawasan yang Rentan Terdampak

Kawasan Risiko
Eropa Potensi krisis avtur
Asia Impor minyak turun tajam
Australia Kekurangan BBM, tambah cadangan
Singapura Stok bunker menipis
AS Stok bensin terendah sejak 2014




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×