Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Morgan Stanley memperkirakan stok bensin Amerika Serikat dapat turun hingga sekitar 198 juta barel pada akhir musim panas, level terendah dalam catatan modern untuk periode tersebut.
Di Eropa, International Energy Agency (IEA) memperingatkan potensi kekurangan bahan bakar jet mulai Juni jika pasokan Timur Tengah tidak segera pulih.
Irlandia bahkan disebut hanya memiliki cadangan avtur untuk 10 hari.
Sementara di Asia, impor minyak mentah anjlok 30% pada April dibanding tahun lalu dan menjadi yang terendah sejak 2015, menurut data Kpler.
Di Singapura, stok bahan bakar minyak untuk bunker kapal turun ke level terendah hampir satu tahun.
Pemulihan Diperkirakan Lambat
Meski jalur pelayaran kembali dibuka, para analis menilai pemulihan sistem energi global tidak akan berlangsung cepat.
CEO Exxon Mobil Darren Woods mengatakan dibutuhkan satu hingga dua bulan agar arus minyak kembali normal setelah Selat Hormuz dibuka kembali.
Rata-rata kapal tanker membutuhkan sekitar 30 hari untuk mengirim minyak dari Timur Tengah ke Uni Eropa dan 40 hari ke Amerika Serikat.
Selain itu, gangguan kapasitas kilang di Timur Tengah juga memperlambat pemulihan pasokan global.
Kepala International Air Transport Association (IATA), Willie Walsh, mengatakan hampir 2 juta barel per hari kapasitas pengolahan minyak di kawasan tersebut saat ini tidak beroperasi.
Padahal, bahan bakar dari Timur Tengah sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi di Afrika, Asia, dan Eropa.
Tonton: PN Jakpus Izinkan Eksekusi Hotel Sultan! Blok 15 GBK Segera Dikosongkan
Negara/Kawasan yang Rentan Terdampak
| Kawasan | Risiko |
|---|---|
| Eropa | Potensi krisis avtur |
| Asia | Impor minyak turun tajam |
| Australia | Kekurangan BBM, tambah cadangan |
| Singapura | Stok bunker menipis |
| AS | Stok bensin terendah sejak 2014 |













