kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak brent melonjak hampir US$ 3 per barel pasca serangan udara AS di Baghdad


Jumat, 03 Januari 2020 / 16:07 WIB
Harga minyak brent melonjak hampir US$ 3 per barel pasca serangan udara AS di Baghdad
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak mentah.

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah berjangka brent melonjak hampir US$ 3 pada Jumat (3/1) setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) di Baghdad yang menewaskan komandan militer Irak dan Iran, memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak Timur Tengah.

Minyak mentah berjangka brent mencapai level tertinggi intraday nya di level US$ 69,16 per barel, tertinggi sejak 17 September, sebelum turun ke US$ 68,42 per barel, naik US$ 2,17 per barel atau 3,28%.

Minyak west texas intermediate (WTI) naik US$ 1,85 per barel atau 3,04% pada US$ 63,03 per barel setelah sebelumnya melonjak ke uS$ 63,84 per barel, tertinggi sejak 1 Mei.

Baca Juga: Harga minyak naik di hari perdana perdagangan

"Risiko dari sisi penawaran tetap meningkat di Timur Tengah dan kita bisa melihat ketegangan terus meningkat antara AS dan milisi yang didukung Irak dan Iran," kata Edward Moya, analis di pialang OANDA dalam emailnya ke Reuters.

Seorang juru bicara milisi Irak mengatakan, sebuah serangan udara di Bandara Internasional Baghdad pada Jumat pagi menewaskan Mayor Jenderal Iran Wassem Soleimani, kepala pasukan Quds, dan komandan milisi irak Abu Mahdi al Muhandis.

Pembunuhan itu menandai peningkatan perang bayangan regional antara Iran dan Amerika Serikat dan memicu seruan Iran untuk membalas dendam dan persiapan konflik lebih lanjut di Irak.

"Ada risiko yang selalu ada bahwa Irak akan menjadi tempat berlangsungnya pergulatan antara AS dan Iran," kata Helima Croft, kepala strategi komoditas global RBC Capital Markets dalam sebuah catatan.

Irak, produsen terbesar kedua di antara OPEC, mengekspor sekitar 3,4 juta barel minyak mentah per hari.

Di Eropa, Belarus pada Jumat juga mengatakan Rusia telah menghentikan pasokan minyak ke kilang minyaknya.

Baca Juga: Harga minyak stabil tinggi, dipicu optimisme perdagangan dan ketegangan Timur Tengah

Harga minyak juga terangkat oleh bank sentral China mengatakan, pada Rabu pihaknya memangkas jumlah uang tunai yang harus disimpan dalam cadangan bank, melepaskan sekitar CNY 800 miliar (US$ 115 miliar) dana untuk menopang perlambatan ekonomi.

Ini terjadi tak lama setelah data menunjukkan produksi China terus tumbuh pada kecepatan yang solid dan kepercayaan bisnis melonjak.

"Harga minyak masih memiliki ruang untuk kenaikan lebih lanjut karena banyak analis masih harus meningkatkan perkiraan permintaan mereka untuk memasukkan periode yang agak tenang di front perdagangan," kata Moya, merujuk pada tanda-tanda mencairnya hubungan perdagangan antara China dan Amerika Serikat.




TERBARU

Close [X]
×