kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.039.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.783   -40,00   -0,24%
  • IDX 8.235   -86,97   -1,04%
  • KOMPAS100 1.158   -11,60   -0,99%
  • LQ45 838   -5,18   -0,61%
  • ISSI 293   -4,14   -1,40%
  • IDX30 443   -2,67   -0,60%
  • IDXHIDIV20 534   -1,42   -0,26%
  • IDX80 129   -1,09   -0,84%
  • IDXV30 144   -1,15   -0,79%
  • IDXQ30 143   -0,54   -0,37%

Apa Rencana Trump untuk Dongkrak Tabungan Pensiun Warga AS?


Kamis, 26 Februari 2026 / 21:52 WIB
Apa Rencana Trump untuk Dongkrak Tabungan Pensiun Warga AS?
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington D.C. (via REUTERS/Kenny Holston/The New York Times)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – Presiden AS Donald Trump mengumumkan program baru dalam pidato kenegaraannya yang bertujuan membantu jutaan warga Amerika menabung untuk masa pensiun khususnya mereka yang tidak memiliki akses ke program pensiun dari pemberi kerja.

Berikut ringkasan rencana tersebut, latar belakang masalah yang ingin diatasi, serta tantangan yang membayangi.

Baca Juga: OpenAI Akan Jadikan London Sebagai Pusat Penelitian Terbesarnya di Luar AS

Apakah AS Mengalami Krisis Pensiun?

Data menunjukkan masalahnya cukup serius:

  • Setengah pekerja AS usia 21–64 tahun hanya memiliki tabungan pensiun US$ 955 atau kurang, menurut National Institute on Retirement Security.
  • Dari mereka yang memiliki akses ke program seperti 401(k), separuhnya memiliki tabungan di bawah US$ 40.000 jauh dari cukup.
  • Survei 2025 oleh BlackRock menyebut responden merasa membutuhkan sekitar US$ 2 juta untuk pensiun dengan nyaman. CEO BlackRock, Larry Fink, menulis: “Hampir tidak ada yang mendekati angka itu.”

Baca Juga: Klaim Pengangguran Mingguan AS Naik Seiring Stabilnya Pasar Tenaga Kerja

Bahkan 62% investor Generasi X (usia 46–61) memiliki tabungan kurang dari US$ 150.000.

Banyak pekerja muda menunda menabung karena cicilan pinjaman mahasiswa atau menabung untuk uang muka rumah.

Padahal, semakin awal menabung, semakin besar potensi pertumbuhan bebas pajak.

Siapa yang Bisa Diuntungkan?

Sekitar 54 juta pekerja AS tidak memiliki akses ke program pensiun dari perusahaan, menurut Economic Innovation Group.

Bahkan 63 juta orang tidak mendapatkan fasilitas employer match kontribusi tambahan dari Perusahaan yang sering disebut penasihat keuangan sebagai “makan siang gratis dalam investasi.”

Baca Juga: Krisis Logam Tanah Jarang Tekan Sektor Dirgantara dan Chip AS

Apa Isi Rencana Baru Trump?

Rencana Trump memiliki dua komponen utama:

  1. Akses bagi pekerja tanpa program pensiun Perusahaan

Mereka akan diberi akses ke program mirip Thrift Savings Plan, yang saat ini tersedia untuk pegawai federal.

  1. Pemerintah memberikan matching contribution

Pemerintah akan mencocokkan kontribusi pekerja hingga maksimal US$ 1.000 per tahun, baik untuk program baru tersebut maupun untuk program perusahaan yang belum memiliki employer match.

Baca Juga: American Bitcoin, Perusahaan Penambang Bitcoin Milik Anak Donald Trump Tekor

Program ini akan menawarkan pilihan reksa dana indeks berbiaya rendah, sehingga dinilai lebih menarik dibanding program MyRA yang pernah diperkenalkan.

Namun, perlu persetujuan Kongres untuk memperluas atau menetapkan besaran kontribusi pencocokan tersebut.

Bukankah Social Security Bisa Diperkuat?

Sebagian besar warga AS mengandalkan Social Security sebagai sumber utama pendapatan pensiun. Namun, proyeksi menunjukkan dana cadangannya bisa habis pada 2033.

Jika itu terjadi, pajak gaji yang masuk hanya cukup membayar kurang dari 80% manfaat saat ini. Opsi perbaikan seperti menaikkan usia pensiun atau mengurangi manfaat dinilai sulit secara politik.

Larry Fink menegaskan bahwa Social Security adalah “jaring pengaman”, bukan solusi keamanan finansial jangka panjang.

Baca Juga: Biaya Sewa Kapal Tanker dari Timur Tengah ke Asia Melonjak, Dipicu Ketegangan di Iran

Tantangan Implementasi

Meski mendapat sambutan positif dari sebagian penasihat keuangan, program ini menghadapi sejumlah tantangan:

  • Kurangnya detail teknis
  • Kebutuhan edukasi publik agar partisipasi tinggi
  • Kemampuan finansial pekerja berpenghasilan rendah untuk menyisihkan dana
  • Beban fiskal pemerintah, yang saat ini sudah menghadapi defisit anggaran besar

Sejumlah analis mempertanyakan apakah memperkuat Social Security atau memperluas program yang sudah ada akan lebih efisien.

Baca Juga: Shell Kaji Opsi Divestasi Sejumlah Investasi Shell Ventures

Rencana Trump bertujuan memperluas akses dan memberikan insentif langsung melalui matching contribution pemerintah hingga US$ 1.000 per tahun.

Jika disahkan dan diimplementasikan efektif, kebijakan ini berpotensi meningkatkan partisipasi tabungan pension terutama bagi pekerja tanpa akses program perusahaan.

Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada desain final, dukungan politik di Kongres, serta kemampuan warga untuk benar-benar menyisihkan dana di tengah tekanan biaya hidup.

Selanjutnya: Manfaat Konsumsi Jahe Merah Kala Puasa dan Musim Hujan

Menarik Dibaca: Manfaat Konsumsi Jahe Merah Kala Puasa dan Musim Hujan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×