kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Shell Kaji Opsi Divestasi Sejumlah Investasi Shell Ventures


Kamis, 26 Februari 2026 / 19:45 WIB
Shell Kaji Opsi Divestasi Sejumlah Investasi Shell Ventures
ILUSTRASI. CHEVRON-M&A/SHELL-ANGOLA (REUTERS/Chris Helgren)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Raksasa minyak dan gas asal Inggris, Shell, tengah meninjau portofolio investasinya dan membuka opsi untuk menjual sebagian kepemilikan pada sejumlah perusahaan di bawah unit modal venturanya, Shell Ventures. Informasi ini disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Menurut salah satu sumber, Shell tetap akan mempertahankan mayoritas investasi di unit Ventures. Dana ventura korporasi ini memiliki kepemilikan di berbagai perusahaan rintisan dan bisnis tahap awal yang berfokus pada sektor ketenagalistrikan, pengelolaan emisi, serta mobilitas.

Baca Juga: AS Kenakan Bea Anti-Subsidi Tinggi untuk Panel Surya Impor dari Indonesia

Di bawah kepemimpinan CEO Wael Sawan, Shell berupaya merampingkan proyek-proyek rendah karbon dan mengalihkan fokus ke perdagangan gas alam cair (LNG) serta kegiatan hulu migas.

Shell Ventures, yang didirikan pada 1996, biasanya menanamkan investasi awal sebesar 2 juta hingga 5 juta dolar AS. Total komitmen pendanaan berpotensi mencapai 10 juta hingga 25 juta dolar AS sepanjang siklus hidup sebuah perusahaan, berdasarkan informasi di situs resmi Shell.

Untuk sebagian kecil portofolio, Shell akan mencari investor yang dinilai lebih tepat untuk mendukung pengembangan dan ekspansi perusahaan-perusahaan tersebut, kata salah satu sumber.

Awal bulan ini, Shell melaporkan laba kuartal keempat yang meleset dari ekspektasi pasar setelah turun 11% ke level terendah sejak awal 2021 akibat melemahnya harga minyak. Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) dalam jumlah besar.


Tag


TERBARU

[X]
×