kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45885,54   -15,28   -1.70%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Dunia Naik 5% Imbas Pengurangan Produksi OPEC


Senin, 03 April 2023 / 13:07 WIB
Harga Minyak Dunia Naik 5% Imbas Pengurangan Produksi OPEC
ILUSTRASI. Pompa minyak. REUTERS/Christian Hartmann/File Photo


Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pemangkasan produksi minyak yang mengejutkan dari OPEC menyebabkan pasar ekuitas berjangka AS melemah dan dolar AS menguat bersama dengan imbal hasil US Treasury. Dampak lebih lanjut dari hal tersebut adalah harga minyak yang naik sekitar 5%.

Melansir Bloomberg pada Senin (3/4), keputusan OPEC untuk mengurangi produksi lebih dari satu juta barel per hari menjadi kejutan bagi pasar global pada hari ini.

Hal ini membuat investor bergegas membentengi diri dari resiko yang berpotensi menekan inflasi jadi lebih persisten daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Seperti diketahui dolar AS memperpanjang kenaikan untuk hari kedua dan menguat terhadap mata uang sejumlah negara utama dunia. Sementara itu yen melemah di tengah kekhawatiran akan ketergantungan Jepang pada impor minyak. Ditambah lagi karena kepercayaan di antara para produsen besar di negara ini memburuk, membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter yang sangat rapuh untuk sementara waktu.

Baca Juga: Siap-siap Harga Minyak Naik, OPEC+ Umumkan Pangkas Produksi Minyak

Imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun yang sensitif terhadap kondisi pasar melonjak sekitar 8 bps, dengan persentase 4,1% karena para trader mempertimbangkan informasi dari OPEC, yang sebelumnya telah memberikan jaminan bahwa mereka akan menjaga pasokan tetap stabil.

Adapun imbal hasil Treasury di kuartal pertama turun karena investor bertaruh bahwa penurunan suku bunga yang sudah di depan mata.

“Bagi investor ekuitas, ini bisa menjadi kebangkitan yang sulit, karena pasar menyiratkan akan ada prospek Goldilocks dari penurunan tingkat diskonto, tetapi tidak ada resesi,” ujar Kepala Strategi Pasar di Lazard Ltd. New York, Ronald Temple.

Selain itu, para Analis menyebut bahwa Goldman Sachs Group Inc. mengubah perkiraan harga minyak mentah Brent karena pemangkasan produksi, dengan proyeksi harga mencapai US$ 95 per barel pada akhir tahun ini dan US$ 100 pada Desember 2024.




TERBARU

[X]
×