kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.713   5,00   0,03%
  • IDX 6.502   -23,71   -0,36%
  • KOMPAS100 847   -2,03   -0,24%
  • LQ45 641   -3,56   -0,55%
  • ISSI 229   0,24   0,11%
  • IDX30 358   -2,33   -0,65%
  • IDXHIDIV20 434   -2,90   -0,66%
  • IDX80 97   -0,31   -0,32%
  • IDXV30 121   -0,43   -0,36%
  • IDXQ30 113   -0,78   -0,68%

Harga Minyak Melemah Lebih dari US$ 1 di Pagi Ini (24/8), Tertekan Profit Taking


Senin, 24 Agustus 2026 / 08:54 WIB
Harga Minyak Melemah Lebih dari US$ 1 di Pagi Ini (24/8), Tertekan Profit Taking
ILUSTRASI. Harga minyak mentah acuan jenis Brent dan WTI sama-sama melemah lebih dari US$ 1 per barel pada pagi ini (24/8/2026) (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak merosot lebih dari US$ 1 per barel pada hari ini karena investor mengambil keuntungan jelang pengumuman yang akan dilakukan Washington mengenai penerapan lebih banyak sanksi terhadap Iran yang dapat semakin mengganggu pasokan dari Timur Tengah.

Senin (24/8/2026) pukul 08.30 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 turun US$ 1,22 atau 1,29%, menjadi US$ 93,17 per barel.

Sementara, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 melemah US$ 1,2 atau 1,38% menjadi US$ 85,86 per barel.

Kedua kontrak acuan tersebut membukukan kenaikan mingguan keduanya pada pekan lalu, setelah melonjak lebih dari 5%, karena perundingan damai antara AS dan Iran menemui jalan buntu, sehingga membatasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang merupakan tempat seperlima pasokan minyak dunia digunakan untuk transit.

Baca Juga: Emas Makin Berkilau, Capai Level Tertinggi dalam 3 Bulan di Pagi Ini (24/8)

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, akan mengadakan konferensi pers pada pukul 14.00 waktu setempat. EDT (18.00 GMT) pada hari ini, mengancam akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran. Presiden Donald Trump juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap mitra dagang Iran.

“Masih belum jelas apakah kebijakan AS untuk mengisolasi Iran secara ekonomi akan terbukti efektif,” tulis Vivek Dhar, analis komoditas di Commonwealth Bank of Australia, dalam sebuah catatan.

“Tetapi jika tindakan AS berhasil sebagaimana dimaksud, kemampuan Iran untuk merespons melalui peningkatan kekerasan akan menjadi risiko yang semakin besar untuk dipertimbangkan oleh pasar energi.” Iran telah mengutuk rencana AS untuk mengumumkan sanksi baru bahkan ketika Presiden Masoud Pezeshkian menyerukan solusi diplomatis.

“Anggota kepemimpinan Iran yang lebih pragmatis lebih memilih untuk melakukan deeskalasi namun kelompok garis keras mungkin lebih memilih untuk berjuang sampai akhir,” kata analis pasar IG Tony Sycamore.

"Saya pikir pada akhir minggu ini kita akan memiliki gagasan bagus pihak mana dalam kepemimpinan Iran yang lebih unggul."

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 1% di Pagi Ini (24/8): AS Bakal Umumkan Sanksi Tambahan ke Iran

Penawaran minyak mentah Iran kepada pembeli China telah menurun dan harga melonjak karena blokade AS telah mengurangi pengiriman Teheran, menurut sumber perdagangan.

Namun, Iran telah memberikan izin bagi sejumlah kapal tanker minyak Irak untuk melewati Selat tersebut menyusul permintaan berulang kali dari Baghdad, kantor berita Iran IRNA melaporkan pada hari Sabtu (22/8/2026).




TERBARU

[X]
×