kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.913   11,00   0,07%
  • IDX 7.543   -396,52   -4,99%
  • KOMPAS100 1.052   -58,59   -5,27%
  • LQ45 767   -38,37   -4,76%
  • ISSI 267   -16,31   -5,76%
  • IDX30 408   -19,41   -4,55%
  • IDXHIDIV20 498   -20,56   -3,96%
  • IDX80 118   -6,33   -5,08%
  • IDXV30 135   -5,61   -3,97%
  • IDXQ30 131   -5,85   -4,27%

Harga Minyak Meroket 9%, Selat Hormuz Jadi Perhatian Utama Pasar


Senin, 02 Maret 2026 / 07:25 WIB
Harga Minyak Meroket 9%, Selat Hormuz Jadi Perhatian Utama Pasar


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Di pasar saham Amerika Serikat, kontrak berjangka S&P 500 turun sekitar 0,8%, sedangkan futures Nasdaq Composite melemah 0,9%.

Gejolak harga minyak juga memicu pergerakan di pasar mata uang. Dolar AS melemah sekitar 0,2% terhadap franc Swiss yang dikenal sebagai aset safe haven.

Namun dolar tetap mendapat dukungan karena Amerika Serikat merupakan eksportir energi bersih dan obligasi pemerintahnya masih dianggap sebagai aset likuid di tengah ketidakpastian global. Hal ini turut menekan euro sekitar 0,3% menjadi US$1,1780.

Sementara itu, yen Jepang yang biasanya juga menjadi aset lindung nilai tidak sepenuhnya menguat karena Jepang sangat bergantung pada impor minyak. Dolar justru naik sekitar 0,2% terhadap yen menjadi 156,31 yen.

Pasar juga menanti data ekonomi AS

Di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menguat tipis setelah imbal hasilnya turun di bawah 4% pada pekan lalu untuk pertama kalinya sejak akhir November.

Permintaan terhadap obligasi meningkat setelah pemberi kredit perumahan Inggris MFS ditempatkan dalam proses administrasi akibat dugaan penyimpangan keuangan.

Kabar tersebut memicu kekhawatiran di sektor kredit karena sejumlah bank besar diketahui menjadi pemberi pinjaman bagi perusahaan tersebut, yang memiliki utang sekitar 2 miliar pound sterling.

Tonton: Geopolitik & IHSG: Dampak Iran & Tarif AS

Tekanan di sektor perbankan ini menambah kekhawatiran pasar yang sebelumnya sudah gelisah akibat volatilitas saham teknologi berbasis AI.

Selain konflik geopolitik, investor juga akan menghadapi rangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat pekan ini, termasuk survei manufaktur Institute for Supply Management, data penjualan ritel, serta laporan ketenagakerjaan bulanan yang sangat diperhatikan pasar.

Jika data ekonomi menunjukkan pelemahan, kepercayaan terhadap ekonomi AS bisa terguncang setelah kinerja yang mengecewakan pada kuartal keempat. Namun kondisi tersebut juga dapat meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Saat ini pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada Juni sekitar 53%, dengan total pemangkasan sekitar 60 basis poin sepanjang tahun ini.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×