Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga minyak naik sekitar 1% pada Selasa (27/1/2026), terdorong gangguan produksi akibat badai musim dingin di Amerika Serikat (AS) serta pemulihan yang lambat dari lapangan minyak Tengiz di Kazakhstan.
Melansir Reuters, minyak mentah Brent naik 61 sen atau 0,93% menjadi US$66,20 per barel. Sedangkan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 59 sen atau 0,97% menjadi US$61,22 per barel.
Produksi minyak AS diperkirakan hilang hingga 2 juta barel per hari atau sekitar 15% dari total produksi nasional selama akhir pekan akibat badai musim dingin yang melanda wilayah Pantai Teluk AS.
Baca Juga: Boneka KPop Demon Hunters, Peluang Emas Mattel Raih Cuan Miliaran
Badai tersebut juga berdampak pada kilang dan infrastruktur energi, termasuk jaringan listrik.
Tamas Varga, analis minyak di PVM, mengatakan, “Cuaca dingin di AS kemungkinan akan menyebabkan penurunan signifikan pada stok minyak selama beberapa minggu ke depan, terutama jika kondisi ini terus berlanjut.”
Varga menambahkan bahwa beberapa pedagang kemungkinan juga mengambil keuntungan dari kenaikan harga bahan bakar pemanas yang meningkat tajam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Ekonomi AS: Indeks Keyakinan Konsumen Anjlok, Terburuk Sejak 2014!
Pemulihan Lambat Lapangan Tengiz
Di Kazakhstan, lapangan minyak terbesar Tengiz diperkirakan hanya akan memulihkan kurang dari setengah kapasitas normalnya hingga 7 Februari, setelah mengalami kebakaran dan pemadaman listrik, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.
“Pemulihan produksi Tengiz tampaknya berlangsung lebih lambat dari perkiraan sebelumnya, sehingga membuat pasar minyak tetap ketat,” kata Giovanni Staunovo, analis UBS.
Ia juga menambahkan, pelemahan dolar AS memberikan sedikit dukungan terhadap harga minyak.
Sementara itu, Central Processing Company (CPC), yang mengoperasikan jalur ekspor utama Kazakhstan, mengumumkan bahwa terminalnya di Laut Hitam Rusia telah kembali beroperasi penuh setelah perawatan selesai di salah satu dari tiga titik tambat kapal.
Baca Juga: UPS Proyeksi Kenaikan Pendapatan Tahunan Berkat Fokus Pengiriman Bernilai Tinggi
Risiko Pasokan Masih Ada
Ketegangan di Timur Tengah juga menambah tekanan pada pasar minyak. Sebuah kapal induk AS beserta kapal perang pendukung telah tiba di wilayah tersebut, memperluas kemampuan Presiden Donald Trump untuk melindungi pasukan AS atau melakukan aksi militer terhadap Iran, menurut dua pejabat AS.
Dennis Kissler, Senior VP Trading di BOK Financial, mengatakan ketegangan antara Teheran dan Washington, ditambah ketidakpastian kesepakatan perdamaian Ukraina-Rusia, menjaga harga minyak tetap tinggi.
Selain itu, OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan penghentian sementara peningkatan produksi minyak untuk Maret pada pertemuan 1 Februari mendatang, menurut tiga delegasi OPEC+.













