kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.956   44,00   0,25%
  • IDX 6.021   -50,44   -0,83%
  • KOMPAS100 777   -7,48   -0,95%
  • LQ45 595   -5,70   -0,95%
  • ISSI 209   -1,79   -0,85%
  • IDX30 330   -3,11   -0,94%
  • IDXHIDIV20 421   -3,89   -0,92%
  • IDX80 89   -0,86   -0,96%
  • IDXV30 114   -0,93   -0,81%
  • IDXQ30 108   -0,69   -0,63%

Harga Minyak Turun 1%, Ekspor Teluk Pulih dan Stok AS Naik


Kamis, 01 Oktober 2026 / 12:18 WIB
Harga Minyak Turun 1%, Ekspor Teluk Pulih dan Stok AS Naik
ILUSTRASI. Harga minyak mentah dunia melemah sekitar 1% pada Kamis (1/10/2026), setelah pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – NEW DELHI/TOKYO. Harga minyak mentah dunia melemah sekitar 1% pada Kamis (1/10/2026), setelah pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk dan kenaikan tak terduga persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan.

Di sisi lain, investor masih mencermati kembali upaya diplomatik AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi premi risiko geopolitik di pasar minyak.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent turun 1,1% menjadi US$96,92 per barel pada pukul 04.20 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,4% menjadi US$89,18 per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut sebelumnya naik sekitar US$1 per barel pada perdagangan Rabu (30/9/2026).

Sepanjang September 2026, harga Brent mencatat kenaikan sekitar 14%, menjadi penguatan bulanan terbesar sejak Juli. Sementara harga WTI meningkat sekitar 5% dalam periode yang sama.

Baca Juga: Arab Saudi Tolak Israel Evakuasi Penumpang Flydubai dengan Pesawat Militer

Pendiri perusahaan riset berbasis New Delhi SS WealthStreet, Sugandha Sachdeva, mengatakan prospek harga minyak dalam jangka pendek masih menghadapi tekanan.

"Bias jangka pendek harga minyak tetap negatif karena pengiriman dari kawasan Teluk mulai pulih, ekspor Arab Saudi melalui Yanbu kembali berjalan, dan peningkatan persediaan di AS meredakan kekhawatiran pasokan," kata Sachdeva.

Arab Saudi kembali melakukan pemuatan kapal tanker minyak dari Yanbu, berdasarkan laporan Reuters pada Selasa (29/9). Sebelumnya, Arab Saudi juga telah kembali mengoperasikan East-West Pipeline.

Stok Minyak AS Naik

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari meningkatnya persediaan minyak mentah AS.

Administrasi Informasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS naik 922.000 barel menjadi 427,3 juta barel pada pekan yang berakhir 25 September 2026.

Kenaikan tersebut berlawanan dengan ekspektasi pasar. Berdasarkan jajak pendapat Reuters, analis sebelumnya memperkirakan persediaan minyak mentah AS justru turun 264.000 barel.

Kondisi tersebut memperkuat persepsi bahwa pasokan minyak global mulai lebih longgar, terutama setelah ekspor dari kawasan Teluk kembali meningkat.

Baca Juga: Bedah Kasus Manchester City vs Chelsea, Mengapa Hukuman Keduanya Berbeda?

Diplomasi AS-Iran Jadi Perhatian

Selain faktor pasokan, perkembangan hubungan AS dan Iran turut menjadi perhatian investor minyak.

Sachdeva mengatakan perkembangan diplomatik antara kedua negara berpotensi menurunkan premi risiko geopolitik yang selama ini menopang harga minyak.

"Keterlibatan diplomatik AS-Iran yang kembali berlangsung dapat semakin mengurangi premi risiko geopolitik, meskipun terobosan dalam pembicaraan tersebut masih belum pasti," ujar Sachdeva.

Iran pada Rabu (30/9/2026) mengatakan telah menerima tanggapan dari AS atas proposal terbaru Teheran untuk menghidupkan kembali kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya gagal tercapai di kawasan Teluk.

Namun, Presiden AS Donald Trump membantah laporan Axios dan CNN yang mengutip pejabat AS bahwa dirinya bersedia memberikan keringanan sanksi kepada Iran serta mencairkan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas langkah "konkret" dari Teheran terkait program nuklirnya.

Perkembangan diplomatik tersebut menjadi faktor penting bagi pasar minyak karena potensi perubahan hubungan AS-Iran dapat memengaruhi risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Gautam Adani Kembali Jadi Orang Terkaya India, Mukesh Ambani Turun Posisi

Ekspor Minyak Teluk Pulih

Goldman Sachs memperkirakan ekspor minyak dari kawasan Teluk telah kembali meningkat.

Dalam catatannya pada Selasa (29/9/2026), Goldman Sachs memperkirakan ekspor minyak dari kawasan Teluk, termasuk "ekspor gelap" yang dilakukan kapal dengan mematikan transponder lokasi, telah pulih menjadi 23,3 juta barel per hari dalam sepekan terakhir.

Volume tersebut berada di sekitar rata-rata ekspor sepanjang 2025. Goldman Sachs juga mencatat ekspor minyak dari kawasan tersebut meningkat dua kali lipat sepanjang September.

Pemulihan ekspor menjadi salah satu faktor yang meredakan kekhawatiran pasar mengenai potensi gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

Di sisi lain, pasar juga mencermati kebijakan produksi negara-negara OPEC+. Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan target produksi minyak untuk November.

Keputusan tersebut akan dibahas dalam pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu.

Dengan kombinasi pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk, peningkatan stok minyak mentah AS, serta peluang berlanjutnya diplomasi AS-Iran, pergerakan harga minyak dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi perkembangan pasokan dan risiko geopolitik di Timur Tengah.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×