kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Harga Minyak Turun, Dipicu Lemahnya Prospek Permintaan dan Kenaikan Stok AS


Kamis, 13 Agustus 2026 / 19:40 WIB
Harga Minyak Turun, Dipicu Lemahnya Prospek Permintaan dan Kenaikan Stok AS
ILUSTRASI. Harga minyak turun pada Kamis (13/8) saat investor menimbang prospek permintaan global yang lebih lemah serta kenaikan stok minyak mentah AS. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak turun pada Kamis (13/8/2026) saat investor menimbang prospek permintaan global yang lebih lemah tahun ini serta kenaikan stok minyak mentah AS, meskipun harga mendapat dukungan dari kurangnya kemajuan dalam pembicaraan mengenai blokade Selat Hormuz dan gangguan pasokan.

Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent turun US$ 1,54, atau 1,7%, menjadi US$ 87,44 per barel pada pukul 11.40 GMT, memangkas kenaikan yang telah dicapai selama enam sesi sebelumnya.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,61, atau 1,9%, menjadi US$ 81,66 setelah sempat menguat selama lima sesi terakhir.

Baca Juga: Iran Olok-olok Trump Usai Terungkap Ganti Pesawat Diam-diam di Turki

Lonjakan besar stok minyak mentah di AS pekan lalu menjadi faktor penekan bagi harga, kata analis UBS Giovanni Staunovo, seraya menambahkan bahwa penurunan harga kemungkinan terbatas selama arus lalu lintas melalui Selat Hormuz tetap terhambat. 

Inventaris komersial minyak mentah AS mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023 akibat penurunan ekspor, menurut data Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu.

Stok minyak mentah naik 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Agustus—level tertinggi sejak 5 Juni—demikian menurut EIA. 

Survei analis Reuters sebelumnya memprediksi penurunan stok sebesar 1,4 juta barel. Sementara itu, dalam laporan pasar minyak bulanannya, OPEC menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2026 menjadi 580.000 barel per hari. 

IEA memperkirakan adanya kontraksi konsumsi sebesar 1,6 juta barel per hari (bpd) tahun ini—naik dari perkiraan 1 juta bpd bulan lalu—akibat permintaan yang tertekan oleh harga lebih tinggi dan pasokan terbatas di tengah konflik antara AS-Israel dan Iran. 

Gangguan pasokan di Timur Tengah dan kawasan Laut Hitam terus menopang harga minyak, diiringi klaim yang saling bertentangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz. 

Baca Juga: Ekonomi Inggris Kembali Tumbuh 0,3% di Juni, Setelah Sempat Stagnan di Mei

"Selat tersebut berada di bawah kendali dan pengelolaan Iran," ujar kepala unit paramiliter Basij Iran yang baru dilantik pada hari Kamis.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat memegang "kendali penuh" atas jalur perairan strategis tersebut.

Data pelayaran Kpler menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz—tidak termasuk kapal peti kemas—turun menjadi lima unit pada hari Rabu, angka terendah dalam tiga minggu terakhir.

Di tempat lain, Rusia melancarkan serangan ke kawasan pelabuhan Izmail di wilayah Odesa, Ukraina selatan, pada malam hari, sementara serangan pesawat nirawak (drone) memicu kebakaran di kawasan industri Salavat, Republik Bashkortostan, Rusia—lokasi berdirinya sebuah kilang minyak besar.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×