kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.731   38,00   0,21%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Harga Minyak Turun Lagi Kamis (17/9) Pagi, Brent ke US$104,59 & WTI ke US$101,29


Kamis, 17 September 2026 / 08:14 WIB
Harga Minyak Turun Lagi Kamis (17/9) Pagi, Brent ke US$104,59 & WTI ke US$101,29
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Todd Korol)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah kembali melemah pada perdagangan Kamis (17/9/2026) pagi.

Penurunan ini memperpanjang tekanan pada harga minyak sehari sebelumnya, setelah kabar tambahan pasokan minyak Arab Saudi melalui Oman meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah.

Baca Juga: Lionel Messi Selangkah Lagi Jadi Pemilik Tunggal Klub Spanyol CD Eldense

Mengutip Reuters, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman turun US$1,24 atau 1,2% menjadi US$104,59 per barel pada pukul 00.49 GMT.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$1,14 atau 1,1% menjadi US$101,29 per barel.

Pada perdagangan Rabu (16/9), kedua kontrak minyak tersebut telah anjlok sekitar US$3 per barel.

Chief Strategist Nissan Securities Investment Hiroyuki Kikukawa mengatakan kekhawatiran mengenai ketatnya pasokan minyak sedikit mereda setelah muncul kabar Arab Saudi akan mengirim tambahan kargo minyak melalui Oman.

"Ekspektasi kemajuan menuju meredanya ketegangan di Timur Tengah menjelang pertemuan AS-China pekan depan juga membatasi kenaikan harga," kata Kikukawa.

Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan pengiriman minyak mentah kepada kilang-kilang Asia melalui mekanisme ship-to-ship transfer di lepas pantai Sohar, Oman.

Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi sebagian dampak gangguan pasokan global akibat serangan terhadap jaringan pipa East-West Arab Saudi yang menghubungkan wilayah produksi minyak dengan pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Baca Juga: Pembuat Kebijakan The Fed Memperkirakan Kenaikan Suku Bunga Satu Kali Lagi Tahun Ini

Harga Minyak Sempat Capai Level Tertinggi

Harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi sekitar empat bulan pada awal pekan ini. Kenaikan terjadi setelah sumber dari industri pelayaran menyebutkan pemuatan minyak mentah di Yanbu dihentikan dan Arab Saudi membatalkan sejumlah pengiriman minyak kepada pelanggan di Eropa.

Gangguan tersebut terjadi setelah serangan terhadap jaringan pipa East-West. Dua stasiun pompa yang melayani jaringan pipa tersebut dilaporkan rusak dalam serangan pekan lalu.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki fasilitas tersebut berdasarkan penilaian sejumlah sumber di sektor minyak dan keamanan.

Yanbu menjadi jalur utama ekspor minyak Arab Saudi setelah Iran melakukan blokade terhadap Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Sebelum konflik tersebut, Selat Hormuz menjadi jalur transit sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Baca Juga: Pernyataan Hasil FOMC Bank Sentral AS (The Fed) 16 September 2026

Risiko Konflik Timur Tengah Masih Ada

Meski harga minyak turun, risiko gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah belum sepenuhnya hilang.

Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran meluncurkan drone dan rudal ke sejumlah kota di Arab Saudi pada Rabu (16/9).

Perkembangan tersebut tetap menjadi faktor risiko bagi pasar energi global, terutama jika konflik meluas dan kembali mengganggu jalur transportasi maupun fasilitas produksi dan ekspor minyak.

Dari Amerika Serikat, data Energy Information Administration (EIA) juga memberikan tekanan terhadap harga minyak.

Persediaan minyak mentah AS hanya turun sekitar 640.000 barel pada pekan lalu. Penurunan tersebut lebih kecil dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan stok minyak mentah AS turun 1,62 juta barel.

Data persediaan tersebut menunjukkan kondisi pasokan minyak AS belum mengetat sebesar perkiraan pasar, sehingga turut membatasi potensi kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Ikuti The Fed, Bank-Bank Besar AS Juga Langsung Naikkan Suku Bunga Kredit




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×