kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Harga Tiket Pesawat Asia–Eropa Meroket Tinggi Usai Penutupan Bandara di Timur Tengah


Selasa, 03 Maret 2026 / 23:11 WIB
Harga Tiket Pesawat Asia–Eropa Meroket Tinggi Usai Penutupan Bandara di Timur Tengah


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga tiket penerbangan antara Asia dan Eropa melonjak tajam setelah sejumlah hub utama di Timur Tengah ditutup akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Situs maskapai menunjukkan banyak rute populer sudah penuh dipesan selama beberapa hari ke depan.

Hub besar di kawasan Teluk, termasuk Bandara Internasional Dubai bandara internasional tersibuk di dunia yang biasanya melayani lebih dari 1.000 penerbangan per hari masih ditutup untuk hari keempat pada Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: Perang Iran Jadi Ujian Baru Ketahanan Ekonomi Amerika Serikat (AS)

Penutupan ini memangkas kapasitas pada rute-rute favorit seperti Australia–Eropa, yang biasanya didominasi oleh Emirates dan Qatar Airways.

Perusahaan agen perjalanan asal Australia, Flight Centre Travel Group mencatat lonjakan 75% panggilan ke gerai dan jalur bantuan darurat sejak krisis dimulai.

Managing Director Global Andrew Stark mengatakan, warga Australia kini mengalihkan penerbangan melalui hub alternatif di China, Singapura, dan AS.

Charlotte Kennard dan ayahnya Richard termasuk penumpang terdampak. Mereka dijadwalkan terbang dari Birmingham ke Sydney melalui Dubai dengan Emirates pada Minggu, namun terdampak gangguan.

Maskapai sebelumnya menyatakan akan “memantau situasi” dan memberi pembaruan 24 jam sebelum keberangkatan.

Namun, tidak ada kabar lanjutan hingga mereka tiba di bandara dan mendapati penerbangan dibatalkan.

Baca Juga: Indeks Nikkei Anjlok 3%, Seiring Meluasnya Konflik di Timur Tengah

Kennard (20) mengatakan, mereka akhirnya mendapatkan kursi di Singapore Airlines yang berangkat dari London pada Selasa malam, dengan harga 1.900 pound sterling (sekitar A$3.620) per orang untuk tiket sekali jalan.

Ia menyebut harga tiket malam sebelumnya sekitar A$2.500, jauh lebih tinggi dibanding tiket pulang-pergi awal mereka yang hanya A$2.300.

“Tinggal di Australia, kami biasanya cukup jauh dari konflik. Berada lebih dekat dengan situasi ini memunculkan rasa takut dan stres baru,” ujarnya.

“Yang kami inginkan sekarang hanya pulang dan bertemu keluarga serta anjing kami.”

Biaya Naik, Waktu Tempuh Bertambah

Maskapai yang menawarkan penerbangan langsung Asia–Eropa memang dapat menghindari wilayah udara Timur Tengah yang ditutup dengan terbang memutar ke utara melalui Kaukasus dan Afghanistan, atau ke selatan melalui Mesir, Arab Saudi, dan Oman.

Namun rute alternatif ini memperpanjang waktu tempuh dan meningkatkan konsumsi bahan bakar di tengah lonjakan harga minyak yang pada akhirnya berpotensi mendorong tarif tiket lebih tinggi dalam jangka panjang.

Baca Juga: Pasokan Minyak Ketat, Kilang Minyak China ZPC Pangkas Produksi

“Sekarang seluruh Timur Tengah berada di luar jangkauan, dan itu mahal bagi sejumlah maskapai,” kata Subhas Menon, Kepala Association of Asia Pacific Airlines.

“Jika Eropa hanya bisa dilayani dengan biaya tinggi, profitabilitas maskapai akan tertekan. Pada akhirnya, harga yang dibayar adalah konektivitas.”

Maskapai Alternatif Raup Untung

Konsultan Alton Aviation menyebut maskapai yang mengoperasikan penerbangan nonstop atau melalui hub di luar kawasan terdampak termasuk Cathay Pacific, Singapore Airlines, dan Turkish Airlines berpotensi meraih keuntungan jangka pendek karena penumpang beralih dari maskapai Teluk.

Pengecekan Reuters pada Selasa menunjukkan ketersediaan kursi jangka pendek sangat terbatas dan harga tinggi untuk penerbangan Asia–London.

Situs Cathay Pacific menunjukkan tidak ada kursi kelas ekonomi rute Hong Kong–London hingga 11 Maret, dengan harga tiket sekali jalan minimal HK$21.158 (sekitar US$2.705), sebelum turun ke level lebih normal HK$5.054 di akhir bulan.

Baca Juga: Inflasi Toko Inggris Melandai, Tekanan Biaya Hidup Belum Usai

Untuk rute Sydney–London, Qantas Airways tidak menawarkan tiket ekonomi melalui rute normal Perth dan Singapura hingga 17 Maret. Tiket sekali jalan pada tanggal tersebut dibanderol A$3.129 (sekitar US$2.220).

Untuk tanggal lebih awal, tersedia opsi mahal dengan transit tidak lazim seperti Los Angeles dan Johannesburg.

Thai Airways juga melaporkan penerbangan ke Eropa penuh dipesan karena wisatawan Eropa memilih rute langsung dibanding transit di Timur Tengah.

Pencarian rute Bangkok–London menunjukkan tiket habis hingga akhir pekan depan, dengan harga ekonomi sekali jalan mencapai 71.190 baht (sekitar US$2.265) pada 15 Maret sebelum turun menjadi 27.045 baht pada 18 Maret.

Baca Juga: Aksi Jual Melanda Pasar Saham Global, Pasar Khawatir Perang Iran Picu Inflasi Tinggi

Maskapai Taiwan EVA Air menyebut, pemesanan penerbangan ke Eropa melonjak karena penumpang Asia dan Eropa mencari rute alternatif.

Situs maskapai China daratan juga menunjukkan tarif rute China–Inggris melonjak jauh di atas normal, dengan kursi ekonomi hampir tidak tersedia dalam waktu dekat.

Tiket pulang-pergi kelas ekonomi Beijing–London biasanya di bawah 10.000 yuan (sekitar US$1.453), namun Air China pada Rabu hanya menawarkan kelas bisnis dengan harga sekali jalan 50.490 yuan.

Lonjakan harga ini menunjukkan betapa sensitifnya konektivitas global terhadap gangguan geopolitik di Timur Tengah, kawasan yang selama ini menjadi simpul utama perjalanan udara jarak jauh antara Asia dan Eropa.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×